link menu

Jumat, 18 November 2016

Allah menyempurnakan Cahaya-Nya

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (QS as-shaff :8-9)

Rasullullah saw saat menyerukan dakwah terhadap kaum quraisy mendapat pertentangan. Orang-orang yang dalam dirinya tidak ada keimanan atau orang-orang yang menerima manfaat dari keadaan kejahiliyahan saat itu melabeli, menuduh, membuat opini bahwa rasulullah Muhammad itu gila, atau penyihir, atau orang yang memecah belah masyarakat quraisy. Begitulah yang dilakukan orang-orang yang hendak ingin memadamkan cahaya Allah, orang-orang yang tidak ingin bahwa cahaya Allah itu menyinari jalan-jalan kehidupan. Pembentukan opini dan tuduhan-tuduhan yang berusaha menjatuhkan rasulullah agar tidak diikuti oleh para pengikutnya.

Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata. (QS.Yunus : 2)
Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila (QS Al-Qolam : 51)

Tidak hanya diri rasulullah yang di ingkari, kemudian mereka orang-orang kafir dan musrik itu melakukan cemoohan terhadap umat rasulullah, dengan melakukan labeling, tuduhan, pembentukan opini dengan mengatakan bahwa mereka yang mengikuti ajaran Rasulullah adalah orang yang bodoh, orang yang terbelakang, orang yang sesat, orang yang tidak intelek, orang yang kuno, orang tidak modern dan lain-lain. Orang kafir dan orang musryik benar-benar tidak suka dengan orang beriman, sehingga mereka menuduh, memfitnah, sebagaimana di sebutkan dalam Al -Quran

Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (QS. Al-Baqoroh : 13)  
Tidak sebatas terhadap rasulullah dan Para pengikutnya, mereka pun hendak memadamkan cahaya Allah dengan cara firman Allah yang mereka cemooh, mereka melakukan tuduhan, labeling, pembentukan opini bahwa Alquran itu adalah alat untuk menipu, hanya dongeng orang terdahulu saja yang di bacakan oleh Muhammad di waktu pagi dan petang,

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala 
(Al-anfal : 31)
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata: "Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapakmu", dan mereka berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja." Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (QS Saba : 43)

Tidak henti-hentinya mereka menginginkan memadamkan cahaya Allah, namun Allah tetap menjaga cahaya ini senantiasa bisa menerangi jalan bagi orang-orang yang beriman. Sampai kemudian Rasulullah saw yang diturunkanya beliau dengan membawa petunjuk dan dien yang benar untuk dimenangkan diatas segala dien, sampai dimana dien ini Berjaya, kembali tegak diatas kebenaran.
Berbeda antara orang beriman dan orang musrik, dimana orang beriman ikhlas dan ridho tanpa megharapkan apapun, bayaran uang, kekayaan, jabatan, pangkat ataupun posisi politis, hanya mengharap ridho Allah SWT saja, mengharap ampunan dan rahmat untuk bisa kembali ke Syurga yang di janjikan.
golongan ini ternyata berbeda dengan golongan lainnya, diantara yang lain mengejar kekayaan, jabatan, kekuasaan politik, golongan ini meninggalkan itu semua.

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).


Wallhualam bishawab.
Bandung, 18 november 2016

Maksud dari tulisan ini adalah bahwa yang terjadi saat ini, dimana rasulullah dicaci dan dicemooh, dimana umat islam selalu direndahkan dan dibodohi, serta firman-firman Allah dianggap alat untuk membodohi, permusuhan jenis ini pun PERSIS terjadi pula di zaman rasulullah. sudah tentu pula yang mengatakannya pun adalah kelompok orang yang sama seperti yang difirmankan Allah dalam surat As-shaff ayat 8-9 diatas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar