link menu

Senin, 24 Februari 2014

Tingkatan Cinta

Abdullah aNasih Ulwan seorang ulama bercerita tentang cinta.

ia menyimpulkan bahwa cinta Terbagi menjadi tiga tingkatan cinta apa saja?  silahkan menyimak.

Cinta tertinggi adalah ketika cinta kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalanNya. adapun cinta tingkatan kedua adalah cinta kepada keluarga, orang tua, anak-istri, dan kerabat. cinta tingkatan paling rendah adalah cinta kepada keluarga, kerabat, harta, tempat tinggal dengan menomor duakan Allah, Rasul dan berjihad di jalannya.

nah loh para remaja jomblo dan sedang mencari pasangan, kita lihat kecintaan-kecintaan kita ini bakal seperti apa nih, masuk kategori 1, 2, atau 3. sering kali ada pernyataan "aku cinta kepadanya karena Allah." "aku cinta kepada ya karena keshalehannya", aku cinta kepadanya karena bla..bla,,bla..

banyak sekali pernyataan yang mungkin demikian ya, tapi dari kajian malam jumat bareng AA Gym, kembali teringatkan lagi, bahwa Allah maha tau isi Hati, ketika kita berbohong maka kepada siapa kita berbohong, tidak perlu lagi berbohong. Allah maha tau segala isi hati kita, Allah Maha tau perbuatan kita, yang perlu kita lakukan sekarang. Tobat, tobat, tobat, atas semua kebohongan dan alibi-alibi yang kita bikin.

kita dudukan rasa yang telah Allah berikan ini kepada tempatnya, kepada seharusnya ia berada. sekarang Kita serahkan semuanya kepada Allah lagi saja.

wallahualam.

Jumat, 21 Februari 2014

Aku tidak tahu

Namamu sudah tertuliskan di lauful mahfuz, begitupula namaku.
Aku tidak tau apakah namamu berdampingan dengan namaku
Aku tidak tau apakah ajalku lebih dahulu dari ajal mu.
Aku tidak tau apakah rizky mu melalui rizky ku.
Aku tidak tau apakah aku di tempatkan di tempat yang mulia ataukah hanya dirimu.
Aku hanya tidak tau...

Yang aku tau kau sesuatu yang istimewa buatku.

Rabu, 19 Februari 2014

Aku bukan Akh

Akh, satu panggilan yang tidak asing di kalangan aktivis dakwah. Baik di sekolah atopun di kampus.
Cukup lama bergaul dengan lingkungan dakwah tidak menjadikan saya mau di sebut Akh, kenapa? Karena kagok. Hahaha.
Saya melihat banyak Akh-Akh di kampus luar sana keliatannya soleh", alhmdllah, pakaian rapi dengan celana bahan dan selalu membawa mushaf Quran.
Lah gue? Hahaha. Lebih nyaman dengan celana jeans ato PDL, ceritanya demi kenyamanan.
Hebatnya akh-akh ini selalu menjadi perhatian dengan berbagai prestasinya. Dan biasanya pada kalem kalem.
Lah gue? Hahaha.
Bener ga sih, klo liat akhwat" jilbab lebar dengan gamisnya menunjukan kesempurnaan keyakinannya? Jwbnnya ya ada betulnya. Memang d perintahknnya demikian dan tidak mudah untuk bsa berpakaian lebar (katanya). Klo Cowo? Gitu juga ga sh? Klo Blm pke clana bahan jd ikhtong, ikhwan sapotong, pfftt...

Akh ini entah satu panggilan kpd aktivis ato kepada kelompok orang dr harokah tertentu atau berlaku untuk semua cowo. Saya pribadi lebih memilih kata ganti dalam bahasa indonesia, supaya tidak terkesan eksklusif. Jadi kalo mau panggil saya, boleh gilang, boleh ente, boleh akang, boleh aa. :)

Rabu, 12 Februari 2014

Suka-Suka, bersama Bimbel Sukarela





Satu inisiatif besar pada tahun 2013 lalu muncul. Sebuah konsepan sederhana yang kiranya bisa sedikit bermanfaat untuk dunia pendidikan. Hal ini adalah lahirnya bimbel sukarela, sebuah konsepan bimbel yang dirancang secara swadaya, free, dan terbuka.
Industry pendidikan memang menjadi prospek bisnis yang menjanjikan, hal ini terlihat dari banyaknya bimbel-bimbel yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini. Adanya isu Ujian Nasional dan SBMPTN menjadi isu yang membuat bisnis pendidikan ini sangat menarik. Namun bagi siswa Isu UN dan SBMPTN ini menjadi tantangan tersendiri untuk dapat melewatinya.
Bimbel banyak bermunculan sebagai alternative belajar siswa di luar sekolah, namun karna bimbel ini satu institusi bisnis juga maka ada biaya yang memang cukup mahal dan tidak semua kalangan dapat menjangkau bimbel ini. Coba bayangkan jika kita dalam satu arena track balap sepeda, orang yang mampu beli roket akan membeli roket untuk dapat menambah kecepatan saat balapan, orang yang tidak mampu tentu tidak dapat beli, dan semua ada di track yang sama. Berbedanya kesempatan seseorang mendapat pendidikan lebih dikarenakan batasan kemampuan ekonomi yang berusaha kami solusikan disini.
Setiap orang harusnya punya kesempatan untuk mendapat pendidikan yang layak, Untuk mempersiapkan itu semua, kami dari bimbel sukarela mencoba menjadi solusi dengan membuka satu bimbel secara gratis, kami mengumpulkan volunteer dari berbagai kampus di bandung untuk sharing ilmu dan informasi persiapan UN dan SBMPT.


Buat kamu yang peduli dengan pendidikan, peduli untuk membantu adik-adik kita, ayo kita join bersama bimbel sukarela. Sebuah langkah kecil untuk pendidikan dari gerakan selangkah!.

Senin, 10 Februari 2014

wisata pendidikan itu Murah!!


beberapa waktu lalu kembali mengunjungi satu tempat wisata namun bernuansa pendidikan. apa coba? ya museum. kali ini saya berkunjung ke museum geologi yang terletak di jalan diponegoro, Bandung. Lokasinya sangat mudah sekali dijangkau, karna tempatnya tepat di samping gedung sate.
Museum menjadi salah satu tempat untuk wisata pendidikan, selain merupakan proses belajar yang menyenangkan, biaya yang dikeluarkan pun tidak seberapa. tiket untuk pelajar dan mahasiswa di samakan, karna status saya masih mahasiswa kemarin jadi saya bayar pakai harga mahasiswa, cuma Rp2000 saja, buset dah. kemarin ketika saya berada di sana banyak sekali siswa-siswa TK, dan SD, masih kecil-kecil lucu, untung ga saya culik tuh.

banyak sekali hal yang dapat dipelajari dari museum geologi ini, dari namanya saja sudah geologi berarti semua urusannya kaitan dengan geologi ya. disini saya liat banyak sekali fosil-fosil purba, banteng dengan tanduknya yang sangat panjang, kudanil, dan banyak lagi fosil hewan lainnya dan stmua itu asli. kecuali satu fosil yang merupakan replika yaitu Tyranosaurus atau T-Rex seekor reptil yang mungkin biasa kita lihat di film Jurasic Park dapat kita lihat di museum geologi ini.







terdapat ruang multi media disana dilakukan pemutaran Film juga, dulu saya pernah, tapi yang kemarin saya tidak ikut nonton karna dipenuhi anak-anak sekolah, jadi gengsi gitu kalo bareng ama anak-anak, pfftt. 

Museum ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama adalah pintu masuk, kalau kamu belok kanan bakal nemu fosil-fosil, kalo kamu keatas kamu bakal nemu mirip auditorium disana banyak menjelaskan tentang batuan-batuan tambang dan sejenisnya,tampaknya ruangan dari pertamin.




 
saat saya datang kondisi museum sedang ada renofasi padahal di sisi kiri tangga ada ruangan yang banyaknya temuan dari daerah di indonesia, seperti batuan-batuan, dan kerajinan tangan purba.

Berbagai bentuk temuan tengkorak pun ada, saya sih menganggap itu hanya temuan tengkorak saja, tidak mau mengaitkan dengan teori evolusi yang berkata bahwa manusia itu asalnya dari kera. terdapat juga sejarah tentnag perkembangan zaman dari awal sampai terakhir saat ini, memang banyak istilah yang asing bagi saya seorang lulusan ekonomi, tapi ya terima saja dulu semoga nantinya bisa paham dikit-dikit ya. hehee..








begitulah sedikit cerita dari museum geologi, bagi saya wisata itu memang menjadi tempat untuk belajar,belajar apapun :D, selamat belajar di museum

Sabtu, 08 Februari 2014

Graduation day

Hari yang berbahagia, setelah menunggu sekitar 4 bulan akhirnya di pakai juga toga ini. Graduation. :) 
  
Hari ini akhirnya dapat mengajak orang tua untuk memasuki gedung graha sanusi UNPAD,dalam satu ucapara sakral yaitu graduation day, ga akan banyak cerita untuk kali ini, hanya ingin bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak kemudahan dan karunianya, serta kepada semua teman-teman yang sudah banyak membantu dalam studi dan diluar studi, terimakasih doa dan dukungannya, sukses untuk kita semua. :) 
to days is mine. hahaha. 

















(My) past

ada Satu diantara beberapa pertanyaan dari imam Al Ghazali terhadapa muridnya yang cukup menarik buat saya, yaitu :

Pertanyaan  “Apa yang paling JAUH dari diri kita di dunia ini?”
Lalu para murid menjawab, ”Negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang.”
Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar namun yang lebih tepat, ujarnya, yang paling JAUH dari diri kita adalah “MASA LALU.”

beberapa waktu yang lalu saya masih terpukul dengan kehilangan sahabat baik saya, Paddy, dia menemai saya hampir kemanapun saya pergi selama satu sahun kebelakang ini. kehilangan itu memang kecerobohan saya, dan saya merasa ingin kembali kemasa itu dan lebih memperhatikan paddy, seoalah ingin menekan tombol esc, lalu memilih load, dan pilih rentang waktu sebelum mengambil keputusan layaknya di sebuah game RPG. tapi saya berusaha sadar, bahwa hal itu adalah tidak mungkin terjadi. T_T paddy... 

mungkin pernah kita tidak ingin melihat masalalu kita, bisa jadi karna ada hal yang cukup menyakitkan atau memang mengganggu kita jika diingat-ingat kembali, atau bisa pula kita menginginkan kondisi seperti masalalu ketika kita berjaya dahulu ketika ada sebelum kehilangan, ketika cukup sebelum kekurangan, dan lain sebagainya. 

masalalu kadang dijadikan tolak ukur dalam menilai seseorang, dapat dibayangkan seorang yang pernah dipenjara dengan orang yang tidak pernah pasti mendapat perlakuan berbeda. saya bukan orang yang pernah dipenjara, hanya berusaha memahami bagaimana nasib orang-orang tersebut di kemudian hari. apakah adil jika seseorang dinilai atas perbuatannya masa lalu? bukan perbuatannya saat ini? wallahualam, yang saya yakini bahwa Allah maha Adil.

second chance atau kesempatan kedua kadang diharapkan banyak orang, saya memang bukan orang yang pernah dipenjara, tapi tentu pernah berbuat kesalahan. karena tidak bisa kembali kemasalalu untuk memperbaiki kesalahan, ya hanya berharap mendapat kesempatan kedua untuk menjadi diri yang lebih baik. :)


*ini adalah kelengkapan pertanyaan lainnya sebagai kelengkapan
Pertanyaan pertama, “Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ini?“
Lalu para murid menjawab, “Orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.”
Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar namun yang paling DEKAT dengan kita ternyata adalah “KEMATIAN”
Pertanyaan kedua, “Apa yang paling JAUH dari diri kita di dunia ini?”
Lalu para murid menjawab, ”Negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang.”
Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar namun yang lebih tepat, ujarnya, yang paling JAUH dari diri kita adalah “MASA LALU.”
Pertanyaan ketiga, “Apa yang paling BESAR di dunia ini?”
Lalu para murid menjawab, “Gunung, bumi, dan matahari.”
Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar namun yang paling BESAR dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU”
Pertanyaan keempat, “Apa yang paling BERAT di dunia ini?”
Lalu para murid menjawab, “Baja, besi, dan gajah.”
Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar namun yang paling BERAT di dunia ini adalah “MEMEGANG AMANAH”
Pertanyaan kelima, “Apa yang paling RINGAN di dunia?”
Lalu para murid menjawab, “Kapas, angin, debu dan dedaunan.”
Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar namun yang paling RINGAN di dunia ini adalah “MENINGGALKAN SHALAT”
Pertanyaan keenam, “Apakah yang paling TAJAM di dunia?”"
Lalu para murid menjawab serentak, “Pedang”
Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa jawaban itu benar namun yang lebih TAJAM lagi adalah “LIDAH MANUSIA”.
source : http://motivasi-inspirasi.net/2013/07/22/enam-pertanyaan-imam-al-ghazali/

Nikahi pendaki gunung nduk

Yeee.... gue pendaki gunung (amatir). entah apakah hal ini benar atau tidak, tapi yang gue rasa sebagai seorang cowo pendaki, ada benarnya juga. hohohoho.. (p.s. hal ini tidak bernilai mutlak, silahkan menilai sendiri)

" Nikahilah pendaki gunung, Nduk!
Kelak, kalau saya punya anak perempuan mungkin nasihat itu akan saya berikan kepada anak gadis saya, hahaha. Bukan karena obesesi saya punya calon seorang pendaki gunung nggak kesampaian. Justru karena calon saya itu pendaki, saya jadi ngrasain gimana asyiknya punya calon yang suka naik-naik gunung.
Banyak orang bilang pendaki gunung itu gak punya tujuan jelas, kerjaannya keluyuran, hidupnya berantakan, tidak memikirkan masa depan, suka mabuk-mabukan, dan segudang stereotype negatif lainnya.
Saya tidak membantah soal hal itu. Memang ada banyak orang yang mengaku pendaki tapi kelakuannya seperti itu. Bahkan teman-teman anggota PA di kampus pun ada yang hidupnya berantakan seperti itu.
Tapi percayalah, itu hanyalah segelintir kecil oknum. Tidak semua pendaki gunung seperti itu. Masih jauh lebih banyak pendaki yang hidupnya benar dan memiliki karakter keren sehingga layak dijadikan calon suami idaman, hahaha.
Semalam saya iseng ngetwit ke akun @infopendaki dan tanya kenapa cewek-cewek suka atau mau sama pendaki gunung. Bujubuneeeng, yang jawab banyak banget. Dan taukah kalian, 80% dari mereka bilang apa? Mereka bilang pendaki gunung itu SETIA!
Terus banyak juga yang jawab pendaki gunung itu romantis, keren, mandiri, bisa diandalkan, apa adanya, dan bertanggungjawab. Boys, dengerin tuh! Pria dengan karakter seperti itu adalah sosok yang paling banyak dicari oleh cewek.
Bercumbu dengan alam bebas yang cuacanya bisa berubah sewaktu-waktu, bertaruh dengan kehidupan, serta melakukan aktivitas yang berat bahkan cenderung ekstrim akan mampu menghasilkan mental yang tangguh dan karakter kuat.
Seorang pendaki gunung beneran (bukan hanya yang suka naik gunung buat gaya-gayaan atau efek nonton film 5 CM) pasti telah memiliki mental yang terbentuk. Alam telah menempa mereka dengan keras sehingga mereka belajar banyak tentang kedisiplinan, kemandirian, penguasaan diri, kesabaran, kerja sama, kepedulian dan masih banyak lagi.
Karena itu seorang Henry Dunnant pernah berkata “Sebuah negara tidak akan pernah kehilangan pemimpinnya yang berwibawa jika pemudanya masih suka menjelajah hutan dan mendaki gunung,”.
Sekedar info, Pak Jokowi yang keren itu dulunya suka naik gunung lho. Beliau adalah anggota MAPALA Silvagama (Mapalanya anak-anak Fakultas Kehutanan UGM). Begitupula dengan Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) yang nggak kalah kerennya itu, beliau juga anggota MAPALA Majestik (Mapalanya anak-anak Hukum UGM). Tuh kan? Saya pikir kekerenan mereka dalam menjadi pimpinan saat ini tak bisa dipisahkan dari pengalaman saat mereka menjadi anggota PA.
Lantas ada jawaban lain yang bikin saya senyum-senyum, katanya mas-mas pendaki itu auranya beda, lebih berkharisma, serta lakik banget. Jelas lah, sejauh ini sih saya belum pernah ketemu mas pendaki yang kemayu, atau gendong ransel warna pink elektrik gitu hihihihi.
Yang sering saya jumpai mas-mas berambut gondrong digelung dengan celana belel, kaos, kemeja flanel, sepatu atau sandal gunung, serta ransel lengkap dengan segala atributnya. Itu sungguh sangat menggoda iman dan suamiable banget sodara-sodara hahaha.
Saya tak pernah sepakat dengan mitos yang mengatakan bahwa pendaki gunung itu adalah orang-orang yang kurang kerjaan dan tidak punya tujuan. Bagi saya mereka itu justru orang yang sudah memantapkan tujuan dengan jelas, yakni puncak gunung. Tidak akan ada istilah “mengalir sajalah ikuti arus!”
Bagi mereka menjejak di puncak adalah tujuan pasti dari sebuah perjalanan. Jika belum bisa menjejak, itu akan dianggap sebagai hutang yang harus dilunasi entah kapan waktunya. Dan goal-goal ini juga akan berlaku dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada puncak-puncak kehidupan yang harus mereka gapai.
Untuk mencapai posisi puncak juga memerlukan proses yang panjang dan kerja keras. Tidak bisa ujug-ujug nangkring di puncak dan menikmati sunrise yang aduhai itu. Karena itu mereka akan menjadi sosok yang sabar dan menghargai proses. Selain itu juga membentuk mental kuat, menjadi pribadi yang tidak lembek dan mudah menyerah ketika menghadapi masalah.
Hidup bersama dengan pendaki gunung juga akan mengajarkan arti kesabaran, kesetiaan menunggu, serta tidak posesif buat si cewek. Ditinggal naik gunung berhari-hari selalu membuat khawatir dan dag dig dug. Hati baru bisa lega saat menerima sms atau telepon bahwa mereka telah kembali ke basecamp dengan selamat. Sedangkan bonusnya adalah bisa senyum-senyum kegirangan saat menerima sms sok romantis dari ketinggian sekian ribu mdpl. Dan yang paling menyenangkan saat bisa naik gunung bareng hahaha.
Jadi nduk, carilah suami pendaki gunung ya!
Source : ranselhitam.wordpress.com dengan beberapa perubahan
Alhamdulillah ane orang gunung.
Ada yang mau sama ane? :D " drdhany
sumber :
http://sararasati.tumblr.com/post/74470013071/nikahi-pendaki-gunung-nduk