link menu

Selasa, 12 Agustus 2014

my way is mine

sejak aku menetapkan jalan-jalan hidup pilihanku, tentu saja akan banyak konsekuensi yang dipilih. bisa jadi ujian, bisa jadi peringatan, bisa jadi berkah, bisa jadi musibah.

dalam beberapa waktu banyak sekali temuan-temuan pilihan hidup. tentu dengan berbagai pro dan kontra atas pilihan hidup. aku rasa hal yang biasa terhadap hal itu. satu waktu kita memang tidak bisa menyenangkan semua pihak. disatu sisi kita selalu merasa terusik dengan komentar orang lain. tapi ya sudah lah. ini jalan ku.

delapan tahun yang lalu aku memutuskan untuk mengambil jalan ini. 4 tahun lalu aku kembali memutusakan untuk mengambil jalan yang sama. 1 tahun lalu aku pun kembali mengambil jalan yang sama. saat ini aku kembali memutusakan untuk tetap mengambil jalan yang sama. kelak jika aku mengambil jalan yang berbeda, tolong ingatkan aku untuk memilih jalan yang sama.

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Qs. Al-Ankabut : 69)

Kamis, 10 Juli 2014

Bau busuk

Seketika aku mencium bau busuk, bau yg tidak sedap dan sangat mengganggu. Aku berusaha mencari dari mana sumber bau busuk tersebut. Belakang lemari, dibawah kasur, ataupun di balik jendela namun tak aku temukan. Setelah lama cari diseluruh ruangan ternyata bau itu berasal dari tubuhku. Keluar dari pori-pori kulit ku. Ia mengeluarkan gas berwarna sambil terlihat tulisan tulisan muncul di kulit ku yg menggambarkan dosa yang ku perbuat. Aku kaget dan panik, apa ini? Sebuah tegurankah? Aku berlari ke kamar mandi, membersihlan diri dengan air dan sabun. Namun keluar lagi, sangat menakutkan... sampai aku tidak bisa berbuat apalagi. Aku menangis dan... aku terbangun.

Astagfirullahalazim... sebuah mimpi yang mengerikan bila benar terjadi demikian. Sebuah gambaran sebagian penghuni neraka...

aku hanya terdiam menangis dan penuh pertobatan...

Selasa, 01 Juli 2014

Ilmu – Allah – Manusia




“menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim”
Hadist yang sudah tidak asing lagi di telinga kita bukang. Betul itu tentang kewajiban kita sebagai seorang muslim yang harus terus mencari ilmu. Kenapa harus ya? Sedikit sharing tentang kenapa kita harus menuntut ilmu selain dari sebuah perintah yang telah Allah tetapkan, Allah pun akan meniggikan orang yang berilmu seperti dalam firmannya
“Allah meninggikan orang yang berilmu beberapa derajat di hadapan Allah”
Ilmu yang wajib kita pelajari adalah ilmu mengenai dinnul islam, ilmu yang akan menentukan kehidupan kita di hari akhir kelak. Adapun ilmu-ilmu lainnya itu hukumnya fardhu kifayah artinya ketika ilmu itu penting untuk kelangsungan hidup umat muslim maka semua umat muslim wajib mengetahui hal itu tetapi jika sudah ada orang yang mempelajarinya maka kewajiban umat muslim yang lainnya hilang. Ilmu mengenai dinul islam ini penting kenapa, karna mencari ilmu tentang islam ini adalah bentuk bersyukurnya kita sebagai manusia yang telah Allah SWT ciptakan dan kita sadar harus mengabdi kepada Allah SWT. Saya kasih gambaran sederhana, manusia ini bisa jadi ada beberapa level. Dilihat dari bagan di bawah ini ya .




 








Ini adalah bagan tahapan manusia, ada yang seperti binatang, ada yang disebut manusia, hamba, dan seterusnya sampai seorang manusia itu bisa disebut sebagai mutaqin. Singkat saja ya, yang menjadikan manusia bersifat seperti binatang adalah ketika dirinya tidak menggunakan akal dan potensi yang diberikan Allah. Sedangkan manusia menjadi seorang hamba adalah ketika menggunakan akalnya ia mampu menyadari bahwa dirinya ada kemaksudan atas adanya dirinya yaitu untuk mengabdi kepada sesuatu, ketika dirinya menyadari untuk mengabdi kepada Allah dan mengikuti Islam, jadilah dirinya seorang muslim. Muslim yang baik akan menjadikannya untuk terus menuntut ilmu untuk mencapai tahapan selanjutnya, yaitu mumin atau orang yang beriman, ia sudah mau untuk mendalami islam, sudah mau melaksanakan perintah-perintah-Nya. terdapat firman Allah yang membedakan antara orang beriman dengan orang islam, sebagai berikut :
“Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al hujurat : 14)
Baik, disini kita fokuskan pada pembicaraan utama kita. Yaitu orang beriman, yang dimana kita harus mampu menjadikan iman itu masuk kedalam hati kita, menambah pengetahuan tentang iman itu sendiri.
Kedudukan Allah SWT
Ketika ada paertanyaan siapa Allah itu? Jawaban kita mungkin akan mengatakan bahwa Allah adalah tuhan kita, yang memberikan risky, yang mengatur urusan kehidupan, yang mengabulkan doa-doa kita, kurang lebih seperti itu. Begitulah jawaban yang sederhana, disini saya ingin share bahwa Allah telah membagi kedudukan Allah SWT seperti apa, hal ini terlihat dalam surat yang sudah sangat kita kenal,

Katakanlah: "Aku berlidung kepada rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Sembahan manusia (Q.s an-naas : 1-3)
Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan bahwa dirinya adalah Rabb, Malik, dan Illah. Mari kita lihat satu persatu
Rabb
Allah menyebut dirinya sebagai Rabb yang dalam bahasa Arab memiliki pengertian, tuhan, Pencipta, Pendidik, Pengatur segala urusan, Pemelihara dan lain sebagainya.  Seperti dalam surat :
Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah." Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?" (Qs. Yunus : 31)
Disinilah kita menyikapi bahwa Allah adalah rabb ketika kita menyebutnya bahwa ialah pencipta kita, pengatur dan pemberi risky.
MALIK
Allah menyebut dirinya Malik yang dalam bahasa Arab memiliki pengertian yang memiliki kekuasaan, Allah lah yang menguasai barat dan timur, utara dan selatan, langit dan bumi Allah lah yang menguasai semua itu.
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya (Qs Al furqan : 2 )
Allah memposisikan dirinya sebagai penguasa langit dan bumi, begitulah seharusnya kita memposisikan Allah SWT.
Illah
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (Qs muhmmad : 19)
illah adalah sembahan, sesuatu yang diutamakan, dicintai, makna bahwa Allah SWT sebagai Illah adalah, hanya Allah lah yang pantas untuk menajdi sembahan, yang merupakan diutamakan, yang satu-satunya dicintai secara mutlak.
Manusia
Ketiga hal ini mengapa penting bagi kita untuk mengetahui? Apa sebenarnya keharusan kita untuk mengetahui kedudukan Allah? Disini saya coba share apa kepentingan dari ketiga hal ini.
Kepentingan yang pertama adalah kita ini sebagai seorang Hamba. Apa arti seorang hamba? Seorang hamba adalah sosok yang lemah, diamana ia hanya bisa mengikuti titah tuannya. Ia tidak akan dapat hidup jika tidak bergantung kepada tuhannya. Disini tuan manusia adalah Allah. Penting sekali bagi kita yang merupakan seorang hamba untuk mengenal siapa sebenarnya tuan Kita, sehingga kita sebagai hamba tidak akan salah dalam memposisikan siapa tuan kita, apa saja hak-hak tuan kita, dan apa saja kewajiban kita sebagai hamba terhadap tuan kita. Allah sudah menetapkan apa saja hak-hak Allah dan Allah menetapkan juga apa kewajiban hambanya.
Selain sebagai hamba, kita pun diposisikan Allah sebagai seorang kholifah di muka bumi. Manusia di jadikan kholifah di muka bumi ketika penciptaan nabi Adam AS, dan tugas tersebut terus turun-temurun di jalankan oleh para pengikut kenabian sampai akhir zaman. Kholifah bertugas untuk mengatur dan mengelola bumi yang diamana ia sebagai wakil Allah di muka bumi. Kholifah harus bergerak dan bertindak sesuai dengan kepentingan Allah, karna kholifah atau manusia adalah wakil Allah di muka bumi.
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs Al Ahzab 72-73)
Dalam meberikan Amanah dan tanggung jawab kepada manusia, Allah SWT pun memberikan satu arahan dalam mengelola bumi yang terlihat dalam ayat berikut :
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan… (Qs. Al hadid : 25)
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (Qs Shaad : 36)
Begitulah peran kholifah yang harus dijalankan manusia sebagai peran yang telah Allah berikan. ia juga bertugas untuk tetap menjaga manusia lainnya untuk senantiasa mengabdi kepada Allah secara sempurna, menjaga keimanan serta ketaatan hanya kepada Allah saja secara sempurna.
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (Qs al baqorah : 208)
Ayat tersebut adalah seruan Allah kepada manusia yang beriman untuk mengikuti seluruh perintah dan larangan yang telah di tetapkan Allah secara utuh, tidak sebagian-sebagian. Disinilah pentingnya diri kita memahami bahwa diri kita ini diciptakan oleh Allah tentu dengan satu maksud yaitu :
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
(Qs Adz zaariyat : 56)
Cukup panjang ya tulisannya, tapi poin besar yang saya maksudkan dalam tulisan ini adalah, bagaimana kita sebagai hamba bisa mengenal siapa sebenarnya tuhan kita, apa saja hak-hak Allah dan kedudukannya, dan siapa kita dan peran kita ini harus ngapain dalam rangka peribadahan secara utuh kepada Allah SWT.
Semoga curahan ilmu dan hidayah senantiasa mengalir kepada kita dan kita senantiasa di tunjukan jalan yang lurus. Aminn…
Wallahualam

Kamis, 26 Juni 2014

Kalo kerja sebatas cari uang.



“Jika hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Jika bekerja hanya sekedar bekerja, kera juga bekerja" (HAMKA)


Uang, ada ungkapan bahwa semuanya dapat di beli dengan uang. Uang memang menjadi alat paling penting di dunia, dengannya kita bisa memmebli makanan, minuman, pakayan yang baik, berlibur ke tempat wisata yang eksotis, atau membayar tagihan rumah sakit.
Wajar tidak jika orang orang sibuk mencari uang untuk kehidupan mereka, tentu sangat wajar. Kita memang diperintahkan juga untuk  menafkahi diri kita sendiri, kalo punya anak istri ya kita juga wajib memenuhi kebutuhan mereka. Banyak sekali cara mendapatkan uang, dari cara yang haram seperti merampok, cara yang halal seperti berdagang bahkan cara yang seolah baik padahal tidak seperti bunga/riba atau pasar uang. Disini saya menemukan sesuatu.
Beberapa waktu lalu mendapatkan beberapa peluang besar untuk berkarir, luar biasa, mungkin bagi sebagian orang akan menganggap saya gila karna menolak beberapa tawaran itu, dan memang ternyata saya gila. Tawaran itu tidak saya ambil. Saya merasakan betapa berharganya pelajaran yang Allah berikan dalam menentukan pilihan ini.
Betul bukan jika hidup ini hanya satu kali saja? Itu lah yang menjadi alasan saya. Hidup yang sekali ini ingin saya menikmati perjalanan hidup saya. Pekerjaan di BUMN atau perusahaan Multinasional saat ini bukan lagi menjadi incaran saya, saya hanya ingin menikmati pekerjaan yang akan membuat saya senang dan puas dalam bekerja, berfikir, dan mengatur.
Bukan sebatas Uang. Apakah kamu mau menukar waktu muda kamu di usia 22 – 30 tahun kamu dengan setiap harinya pergi ke kantor eight to five kadang lembur, dan hanya mendapat cuti 6 hari dalam satu tahun  dengan gaji 4 juta rupiah sebanyak 15 kali pertahunnya. Tentu boleh lah, lumayan untuk modal nikah dan nyicil rumah ya. Tapi tenang, bukan bicara jam kerja yang ingin saya share disini, tapi bicara kebermanfaatan pekerjaan kita. Keberadaan  kita dalam melaksanakan pekerjaan ini siapa yang akan merasakannya, siapa yang akan menikmati hasilnya dan siapa saja yang akan di untungkan dari pekerjaan kita. Jika kita bekerja hanya untuk memperkaya diri sendiri, apa artinya? Begitulah. Value apa yang bisa kita hasilkan dari pekerjaan kita untuk dirikita, untuk lingkungan kita, dan menjadi solusi permasalahan dunia, solusi permsalahan orang-orang yang kita sayangi.
Bekerja adalah satu keharusan, apalagi jika kamu seorang laki-laki, kamu akan menjadi kepala keluarga, kamu bertanggung jawab terhadap anak-istri dan keluargamu. Pekerjaan kamu pun akan di tanyakan di akhirat. Pendapat saya, kita hidup di wajibkan untuk beribadah kepada Allah, sedangkan dalam melaksanakan ibadah itu kita harus hidup, harus makan, harus minum dan sebagainya. Ketika kebutuhan-kebutuhan itu harus terpenuhi dan cara nya adalah dengan bekerja/mencari nafkah, maka hukumnya jadi wajib.. 

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

Wallahualam.


Senin, 09 Juni 2014

musik (islami) cover ala Raef

Alunan musik bagi saya pribadi sudah sangat dekat di telinga, saya memang menyukai musik hampir setiap perjalanan saya pakai headset untuk mendengar playlist yang ada di handphone saya. walaupun saya hanya bisa memainkan gitar dengan skill standar pemula, dan orang bilang suara saya juga standar (pales), tidak mengurangi kesenangan mendengarkan musik, saya juga profesional singer di helm ink full face
berikut adalah salah seorang artis youtube yang meng-cover beberapa lagu yang (mungkin) bagi kita sudah tidak asing lagi di telinga ya. Raef mengcover lagu-lagu yang awalnya non-islami menjadi lagu islami. ada beberapa video yang bisa teman-teman lihat di youtube.com, silahkan cari saja. hohoho.. ini ada beberapa video yang saya link ke blog ini. selamat menyaksikan.:D



Senin, 02 Juni 2014

Orang besar orang kecil

ahhh... pernah cape dengan kehidupan yang setiap harinya bisajadi sama. hal itu yang kita sebut rutinitas. seorang pelajar yang setiap senin sampai jumat dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore ada disekolah untuk belajar dan main basket, mahasiswa yang rutinitasnya adalah berangkat ke kampus untuk kuliah, perpus, mengerjakan tugas dan sebagai aktivis organisasi, atau seorang karyawan BUMN yang setiap harinya di belakang meja untuk sekedar mengetik laporan di setiap harinya.

saya kembali kepada judul tulisan ini, tentang "orang besar dan orang kecil". mari kita coba kaitkan dengan rutiniitas keseharian kita, apa sih maksud dengan orang besar dan maksud dari orang kecil.
ada yang pernah merasa cukup dengan kondisi sekarang, misalkan kamu adalah seorang pegawai BUMN yang memiliki gaji sebesar 6 juta plus tunjangan-tunjangan, atau kamu seorang mahasiswa dengan IPK semester 7-nya 3.89, atau dengan hal-hal lainnya yang merasa kamucukup dengan kondisi demikian?

saya pernah melihat seorang ibu yang sudah 17 tahun menjalani kehidupannya dengan jualan gorengan saja, saya menilai ibu tersebut memiliki nilai perjuangan yang luar biasa sekali, ia bertahan dengan penghasilannya menjual gorengan saja, bayangkan 17 tahun. disisi lain saya menilai juga, apakah ibu tersebut cukup dengan kondisinya yang demikian? apakah kebutuhannya tercukupi? apakah sudah saja sampai titik itu saja? baik ini hanya sebuah cerita pengantar dalam hal ekonomi saja, agar lebih mudah untuk di bayangkan. kita lihat dari kacamata seluruh kehidupan.

 kadang saya merasa bahwa ah sudahlah menjadi seorang karyawan berpenghasilan tetap, memiliki istri satu dengan tiga orang anak, dan menikmati kehidupan yang damai tentram sudah cukup indah kehidupan ini, namun tidak selalu begitu juga ketika direnungkan kembali. kita bisa mendapatkan yang lebih. memiliki istri lebih dari satu, ehh.. salah.. memiliki cita-cita yang lebih.

kadang malu sendiri ketika saya merasa cukup dengan keadaan kemudian teringat kisah-kisah luar biasa dari para pejuang dulu, Umar bin khatab (masih menjadi idola saya) yang mampu membawa kejayaan islam seluas-luasnya, Ali bin abi thalib merupakan sumber dari ilmu-ilmu, harun ar-rasyid pemimpin negara yang adil, umar bin abdul aziz yang mampu mensejahterakan rakyatnya, salahudin al ayubi yang mampu menegakan bendera tauhid di tanah tiga agama, yarusalem, ibn sina yang sampai berabad-abad bukunya menjadi rujukan kedokteran dunia, muhammad al fatih yang mampu menakhlukan kesombongan roma dengan menakhlukan konstantinopel, apakah itu pekerjaan orang-orang kecil? tentu tidak bukan. nama mereka jelas di ukir sejarah dengan tinta emas, pencapaian puncak bagi dirinya.

orang besar itu memiliki cita-cita yang tinggi, bukan untuk dirinya pribadi. ia melihat orang yang ada di sekitarnya, ia ingin memberikan manfaat bagi orang di sekitarnya, ia mengorbankan waktunya untuk orang disekitarnya, bukan agar namanya di ingat atau di tulis dalam sejarah, ia hanya mencari ridho tuhannya. makanya kenapa kadang saya malu untuk menjadi orang kecil, menjadi orang biasa-biasa, mainstream.

semangat berkarya :D, semoga Allah senantiasa membimbing kita semua.

Selasa, 27 Mei 2014

Kita dan Alam

Kedekatan dengan alam tidak hanya memberi kita perasaan hangat dan membuat merinding, tetapi juga memengaruhi psikologi kita dengan cara yg nyata dan terukur (Eric weiner)

keseharian saya biasanya ada di depan laptop untuk mengetik kerjaan dan merumuskan berbagai konsep-konsep di secarik kertas dan itu rutin demikian. ada satu sentuhan yang berbeda ketika kita kembali kepada Alam. entah mungkin karna suasana kota yang sudah sangat sumpek, sangat ramai, berisik, dan banyak lagi permasalahan perkotaan, susana berbeda yang disajikan alam sungguh menawan. 

sebenarnya kita ini dari Alam, sudah sepantasnya kita kembali ke alam. segala hal yang kita lakukan haruslah coba kita kaitkan dengan "keselarasan" alam. manusia hidup berdampingan dengan alam, alam lah yang menjaga kita agar tetap bisa hidup. bayangkan jika alam tidak mau menumbuhkan sayuran dan buah-buahan, binatang-binatang tidak bisa makan, dan kita tidak bisa makan karna sayur dan binatang tidak ada. makanya kita harus menjaga alam kita. simbiosis mutualisme yang dilakukan manusia dan alam. manusia sebagai khalifah, dan alam yang sudah Allah tundukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. 


Kamis, 22 Mei 2014

1 ons dosa

sampai saat ini mungkin kita sulit menentukan satu ukuran sesuatu yang memang belum kebayang alat ukurnya. dosa dan pahala mungkin satuan ukurnya hanya satuan angka saja. misal berbuat kemaksiatan ringan di hitung satu dosa, kemaksiatan sedang dihitung 3 dosa, dan seterusnya. sedangkan pahala setiap satu kebaikan kecil diperbuat hitungannya sepuluh pahala, kebaikan sedang 30 pahala, dan seterusnya juga. 
sekarang saya ingin mencoba untuk membuat satu ilustrasi jika dosa itu menjadi satuan berat, 1 dosa = 1 ons

setiap dosa kecil yang kita buat beratnya akan sebanyak satu ons, jika kita telah membuat 10 dosa kecil maka berat dosa tersebut 1Kg. baiklah dosa kecil itu saya sebutkan, membuang sampah sembarangan, ngomongin keburukan orang, lurak-lirik, tidak jawab salam, bersikap menyebalkan(dosa ga ya?), dll deh. anggaplah setiapharinya kita membuat dosa sebanyak 1Kg, berarti seminggu 7kg, berarti sebulan 30Kg mayan lah sekarung beras ya dan itu selalu ada di punggung kita. ya cukup berat bukan untuk ukuran dosa selama sebulan.

kita perkeruh analogi ini dengan dosa itu berbau busuk, bayangkan jika ada satu karung dosa yang itu berbau busuk, dan dosa itu selalu ada di punggung kita. inalillahi.. selama kita hidup dari akhil baligh, berapa banyak dosa yang dibuat. mungkin beratnya sudah berton-ton... dan bau busuknya luar biasa menyengat sekali dan jika kita visualisasikan mungkin akan jijik kita melihat diri kita ini.

namun Allah telah memberikan fasilitas bagaimana untuk menghilangkan bau busuk yang menjijikan itu, yaitu bertaubat. dalam satu hadist diceritakan :
Dari Abu Hurairah RA, ia bertutur, “Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, sunggug aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari leih dari seratus kali.” 
(HR. Bukhari).
Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk (Qs huud : 114)

 fasilitasnya adalah bertaubat dan beramal kebaikan, demi terhapusnya beban dosa yang sangat berat itu dan bau busuk yang menjijikan mari kita perbanyak amalan baik kita.tidak ada manusia yang lepas dari berbuat kesalahan, tapi banyak orang yang tidak memilih untuk kembali membersihkan diri dari hal-hal demikian. 

semoga Allah senantiasa menuntun kita kepada jalan yang lurus.


Minggu, 18 Mei 2014

Aku suka mendaki gunung

Aku suka mendaki gunung.
Disana banyak kekuasaan tuhan yang bisa kau lihat.
Birunya langit dan dekatnya awan akan membuatmu merasa kecil dan takjub akan penciptaan tuhan.
Jika beruntung di ketinggian kau akan menemukan edelweis.
Bunga cantik nan tangguh.
Ia bertahan di dinginnya udara dan terhindar dari keramaian.
Kau akan punya teman baru. Kau berteman dengan batu, berteman dengan dahan dan ranting, berteman dengan dingin, dan kau akan berteman dengan dirimu sesungguhnya.
Aku suka mendaki gunung.
Perjalanan yang mengajarkan kesabaran, mengajarkan untuk bertahan dikala kelelahan, mengajarkan untuk peduli dengan lingkungan, dengan teman, dan dengan diri sendiri.
Tapi aku juga tinggal di tengah hiruk pikuk perkotaan. Penuh keramaian, banyak ketidak pedulian, individualisme, berbeda sekali ketika saat pendakian seolah berada di dunia yang berbeda.
Aku membawa nilai-nilai yg aku pelajari di ketinggian, melalui ayat kauniyah dan ayat kauliyah, nilai yang aku rasa bersumber dari yang Maha Tinggi, dan untuk kembali di sebarkan di tempat aku tinggal.
Tafakur, banyak melihat, banyak mendengar, banyak merasa.

Senin, 05 Mei 2014

Sharia Road to Village - pemberdayaan masyarakat berbasis syariah

Sebuah Desa bernama Batu Loceng, terletak di daerah Lembang Jawa Barat merupakan salah satu desa yang saya kenal dengan melalui program pemberdayaan masyarakat. program pemberdayaan ini bernama Sharia Road to Village. program yang diadakan oleh Islamic Studies of Economics Group (ISEG) salahsatu lembaga kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD yang berfokus pada kegiatan ekonomi syariah.

desa dengan potensi penghasil susu dan berbagai jenis pertanian ini memiliki akses yang cukup jauh dari jalan utama lembang. jalannya yang memang tidak terlalu bagus dan ruas jalan yang cukup sempit mencirikan suasana khas pedesaan.

seorang warga desa, kami memanggilnya kang yana, beliau lah yang sangat sering membantu kegiatan kami para mahasiswa. beliau adalah pengurus madrasah yang ada di desa. tiap soreharinya selalu ada anak-anak beramai-ramai memenuhi ruangan madrasah. dahulu ruangan madrasah sangat kecil, namun saat ini sudah ada kemajuan, berkat adanya beberapa bantuan yang akhirnya bisa merenovasi bangunan madrasah.

silaturahim kami ke desa batu loceng sudah dimulai sejak tahun 2010 alhamdulillah kegiatan tersebut masih berlangsung sampai saat ini diteruskan oleh adik-adik mahasiswa lainnya. salahsatu inisisasi kami untuk datang kesana adalah ketika kami melihat bahwa adanya praktek perekonomian yang dilarang dalam ajaran islam. yaitu praktek riba. banyaknya rentenir yang memberikan kredit secara mencekik menjadi perhatian kami saat itu. adanya rentenir akan membawa kesengsaraan dan ketidakberkahan. kami sangat sekali ingin mensolusikan permasalahan ini, namun niatan baik kami belum dapat terealisasi seutuhnya.

rencana kami dalam mengentaskan adanya rentenir adalah dengan adanya lembaga pembiyaan berbasis syariah atau ajaran islam. dengan adanya lembaga ini maka tentu akan dapat mensolusikan masalah dari masyarkat yang memiliki keperluan untuk mendapatkan tambahan modal usaha ataupun untuk pinjaman yang tidak memberatkan.

#dompet dhuafa memiliki program yang cocok untuk menjadi solusi dari permasalahan desa ini, yaitu program BMD (Baitul Maal Desa). dengan adanya program ini akan mensolusikan masalah rentenir yang ada di desa batu loceng. tentu program ini bukan sebatas itu, tapi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberantas kemiskinan, semakin banyak masyarakat yang sejahtera, semakin baik pula tingkat kehidupan mereka, pendidikan akan meningkat, lingkungan pedesaan akan berkembang, sampai satu waktu Indonesia pun akan berkembang dengan dimulai dari Desa ini. #IndonesiaMoveOn menuju masyarkat yang lebih sejahtera.

keunggulan dari adanya lembaga keuangan berupa BMD ini adalah mampu memberikan pelayanan yang terpadu kepada masyarakat. berupa pemberian pinjaman modal, kredit produktif, simpan pinjam, serta bentuk pendampingan usaha. seperti yang sudah saya ceritakan diatas bahwa terdapat sektor ekonomi potensial yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan.

warga desa beberapa menjadi peternak sapi perah. kebanyakan sapi tersebut adalah milik investor dari luar desa, setiapharinya mereka memeras susu sapi untuk kemudian dijual ke koprasi. keuntungan yang mereka dapat mereka bagi hasil dengan investor pemilik sapi. bentuk pembiayaan dalam kepemilikan sapi perah akan sangat menguntungkan bagi para peternak sapi yang belum memiliki sapi pribadi.
dalam menghasilkan susu, terdapat limbah susu yang itu merupakan satu produk yang bisa diolah untuk menambah nilai barang tersebut, produk tersebut adalah karamel. produk ini kami yakini bisa menjadi satu produk yang bisa dikembangkan oleh masyarakat desa.

potensi lainnya adalah sektor agrobisnis, banyaknya perkebunan kopi menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan. tanaman kopi yang ditanam di atas tanah milik PERHUTANI ini diberikan izin cuma-cuma untuk digunakan menanan tanaman kopi. permasalahannya adalah terbatasnya modal yang dimiliki warga untuk bisa menggarap lahan ini dengan tanaman kopi. padahal kopi dari daerah sini adalah salah satu produk yang berkualitas baik. pelatihan untuk pengelolaan kopi menjadi produk siap pakai pun menjadi hal yang penting karna melihat peluang peningkatan kesejahteraan yang lebih baik.

dengan adanya pendampingan dari BMD ini, warga akan dapat membuka peluang baru untuk berusaha, mampu meningkatkan kemampuan produksi, dan mampu membuka area pemasaran yang baru. #IndonesiaMoveOn akan kami bentuk dari DesaMoveOn, semakin banyak DesaMoveOn maka tentu akan tercapailah cita-cita #IndonesiaMoveOn.


semoga media blog ini bisa menjadi fasilitas untuk menuju #IndonesiaMoveOn, akan sangat baik sekali jika ISEG FEB UNPAD dan #Dompet Dhuafa dapat menjalin program bersama untuk dapat mensolusikan permasalahan ini dan menjadikan desa Batu Loceng ini menjadi desa yang lebih baik.


Gilang Fachreza, peserta dari :

Jumat, 02 Mei 2014

uang(halal,baik) + ikhtiar = rizky

orang yang tidak memiliki pekerjaan bilang sulit sekali mencari pekerjaan tidak adanya lowongan perkerjaan sedangkan perusahaan bilang sulit sekali mencari karyawan dan pekerja. kontradiktif ya.

orang yang kepaksa harus berwirausaha bilang sangat susah untuk memulai usaha sendiri sedikit sekali peluang untuk usaha, namun kata pengusaha yang sudah sukses banyak sekali peluang bisnis yang ada diluarsana. kontradiktif lagi ya.

saya hanya merasa bahwa sumber uang itu sangat banyak, bahkan jika kita bersungguh sungguh, paku bekas pun jika di kumpulkan bisa menjadi uang. jadi pekerja itu jadi uang, wirausaha itu jadi uang, jualan nasi goreng itu pun jadi uang, jual barang haram pun bisa jadi uang.

uang, uang, uang, sebagai alat yang dapat memenuhi kebutuhan kita bukan, kebutuhan duniawi bisa juga kebutuhan akhirat. sumber uang yang harus kita pastikan adalah halal dan baik. jangan sampai kita mendapatkan uang dari dana yang tidak benar ato haram. kemudian kita harus bisa mengikhtiarkan untuk optimalisasi dari uang tersebut sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang layak dan baik. kedua hal itulah yang akan saya sebut sebagai rizky, ketika bersumber pada kebaikan dan untuk kebaikan, ditambah dengan ikhtiar maksimal.

hal paling besar dalam mencari rizky ini adalah aktifitas kita, digunakan apa aktifitas kita ini, tentu dalam rangka beribadah. memastikan bahwa diri kita senantiasa pada trek yang benar dalam mencari rizky dan memanfaatkan rizky.

semoga Allah melapangkan rizky kita semua.
yakinlah bahwa ulat yang ada di tengah hutan sana pun telah Allah atur Rizkynya.

Minggu, 27 April 2014

tentang Doa

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."(Q.S Al muminun : 60)

 Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Q.S Al baqarah : 186 ) 

setiap hari kita tentu berdoa, minimal 5 kali dalam sehari dalam shalat fardhu. kemudian doa kita dilanjut dengan doa yang spesifik, meminta untuk lulus Ujian sekolah, meminta agar sidang akhir di mudahkan, meminta jodoh yang baik, meminta rizky yang halal, meminta kebaikan bagi orang tua, meminta diberikan tubuh yang sehat dan kuat dan banyak lagi. begitupun dengan saya, tentu memanjatkan doa-doa yang spesifik kepada Allah. 

saya meyakini sekali bahwa Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita terkait dengan doa yang kita panjatkan. pernahkah kita berdoa kepada Allah tentang sesuatu agar terjadi dan kita mengetahui orang lain disana berdoa juga agar sesuatu tersebut tidak terjadi. atau pernahkan kita menginginkan sesuatu dan orang lainpun menginginkan hal itu sedangkan sesuatu itu hanya bisa dimiliki oleh satu orang saja. jika berfikir bebasnya, akan ada doa yang dikabul dan doa yang tidak dikabul, doa yang satu harus membatalkan doa yang lainnya.semoga pernyataan saya barusan itu salah, doa bukanlah berbicara kompetisi untuk dikabul dan tidak, doa yang dikabul hanyalah bicara dirikita layak atau tidak dengan doa tersebut.

beberapa waktu ini Allah telah menyiapkan beberapa rencana luar biasa bagi saya, yang saya sendiri pun tidak tau entah bagaimana rencana Allah kedepannya ini. beberapa doa yang sangat saya inginkan ternyata tidak terkabul, bukan tidak dikabul, tapi bisa jadi tertunda atau memang Allah menempatkan untuk tempat yang lebih baik lagi. sedikitpun saya tidak ragu bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hambanya. Ya Rabb..

"....Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S. Al baqarah : 216)

Jumat, 25 April 2014

Manusia Sebagai Mahluk Istimewa




Sesunggunya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Q.S At-Tin : 4)
                Manusia adalah mahluk yang telah Allah ciptakan kedunia. Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah adalah Adam A.S. manusia yang diciptakan langsung dan tanpa perantara manusia. Dengan kemampuan yang telah Allah berikan, Adam dapat menyebutkan semua nama benda-benda yang Allah tunjuk.  Saat itu telah berbaris mahluk-mahluk mulia yang senantiasa tunduk patuh kepada Allah. Seketika itu juga Allah memerintahkan untuk sujud kepada Adam. Serentak semua bersujud. Ditengah tengah barisan malaikat yang bersujud, sesosok mahluk enggan untuk bersujud. Seorang jin yang telah Allah sejajarkan dengan para malaikat, enggan mematuhi perintah Allah untuk bersujud kepada Adam.
“dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat. “sujudlah kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang ang kafir.” (Q.s Al-baqarah : 34)
Posisi Adam sebagai manusia telah Allah tinggikan di antara mahluk yang lain, dengan diberikannya kemampuan yang tidak dimiliki mahluk lain dan diangkatnya manusia sebagai Kholifah di muka bumi menjadikan Manusia ini lebih utama dibandingkan dengan mahluk Allah lainnya.
Kemampuan yang Allah berikan sangatlah sesuai dengan Ayat telah di kutip di atas, bahwa Allah telah menjadikan Manusia dalam bentuk yang terbaik. Diberikannya kita mata lalu bisa melihat, diberikannya kita telinga lalu bisa mendengar, diberikannya kita lidah lalu bisa merasa, diberikannya kita kulit lalu kita bisa menyentuh, dan yang paling penting adalah diberikannya kita akal sehingga kita bisa berfikir dan menjadikan kita berbeda dengan binatang.
Jikalah ada yang akan menawar mata kita seharga seratus juta, apakah akan anda jual? Tentu tidak bukan, nikmat melihat ternyata tidak akan dapat di gantikan oleh uang senilai seratus rupiah. Bagaimana dengan telinga? Atau indra yang lainnya? Tentu tetap  tidak akan kita jual. Allah telah memberikan berbagai nikmat yang luar biasa bahkan tidak dapat di beli dengan uang sebanyak apapun. Apa sebenarnya maksud Allah memberikan hal ini secara Cuma-Cuma?
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (Q.s Al-araf : 179)
Dalam Ayat tersebut terceritakan bagi orang yang telah di berikan potensi berupa hati, penglihatan, pendengaran namun tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah mereka di hinakan, bahkan lebih hina dari binatang ternak. Manusia yang awalnya mulia, dengan segala keutamaan di bandingkan mahluk yang lain, kini Allah hinakan sehingga ketempat yang serendah-rendahnya.
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka) (Q.s At-Tiin : 5)
Begitulah kesudahan orang-orang yang telah Allah berikan nikmat yang banyak namun tidak bersyukur, tidak menggunakannya sesuai dengan perintah Allah maka keburukan lah akibatnya. Padahal Allah telah menegaskan kemaksudan diberikannya kemampuan kepada kita adalah agar kita bersyukur.
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Q.s. An-nahl : 78)
Semoga diri kita senantiasa menjadi manusia yang selalu bisa bersyukur dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.