link menu

Minggu, 27 April 2014

tentang Doa

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."(Q.S Al muminun : 60)

 Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Q.S Al baqarah : 186 ) 

setiap hari kita tentu berdoa, minimal 5 kali dalam sehari dalam shalat fardhu. kemudian doa kita dilanjut dengan doa yang spesifik, meminta untuk lulus Ujian sekolah, meminta agar sidang akhir di mudahkan, meminta jodoh yang baik, meminta rizky yang halal, meminta kebaikan bagi orang tua, meminta diberikan tubuh yang sehat dan kuat dan banyak lagi. begitupun dengan saya, tentu memanjatkan doa-doa yang spesifik kepada Allah. 

saya meyakini sekali bahwa Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita terkait dengan doa yang kita panjatkan. pernahkah kita berdoa kepada Allah tentang sesuatu agar terjadi dan kita mengetahui orang lain disana berdoa juga agar sesuatu tersebut tidak terjadi. atau pernahkan kita menginginkan sesuatu dan orang lainpun menginginkan hal itu sedangkan sesuatu itu hanya bisa dimiliki oleh satu orang saja. jika berfikir bebasnya, akan ada doa yang dikabul dan doa yang tidak dikabul, doa yang satu harus membatalkan doa yang lainnya.semoga pernyataan saya barusan itu salah, doa bukanlah berbicara kompetisi untuk dikabul dan tidak, doa yang dikabul hanyalah bicara dirikita layak atau tidak dengan doa tersebut.

beberapa waktu ini Allah telah menyiapkan beberapa rencana luar biasa bagi saya, yang saya sendiri pun tidak tau entah bagaimana rencana Allah kedepannya ini. beberapa doa yang sangat saya inginkan ternyata tidak terkabul, bukan tidak dikabul, tapi bisa jadi tertunda atau memang Allah menempatkan untuk tempat yang lebih baik lagi. sedikitpun saya tidak ragu bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hambanya. Ya Rabb..

"....Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S. Al baqarah : 216)

Jumat, 25 April 2014

Manusia Sebagai Mahluk Istimewa




Sesunggunya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Q.S At-Tin : 4)
                Manusia adalah mahluk yang telah Allah ciptakan kedunia. Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah adalah Adam A.S. manusia yang diciptakan langsung dan tanpa perantara manusia. Dengan kemampuan yang telah Allah berikan, Adam dapat menyebutkan semua nama benda-benda yang Allah tunjuk.  Saat itu telah berbaris mahluk-mahluk mulia yang senantiasa tunduk patuh kepada Allah. Seketika itu juga Allah memerintahkan untuk sujud kepada Adam. Serentak semua bersujud. Ditengah tengah barisan malaikat yang bersujud, sesosok mahluk enggan untuk bersujud. Seorang jin yang telah Allah sejajarkan dengan para malaikat, enggan mematuhi perintah Allah untuk bersujud kepada Adam.
“dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat. “sujudlah kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang ang kafir.” (Q.s Al-baqarah : 34)
Posisi Adam sebagai manusia telah Allah tinggikan di antara mahluk yang lain, dengan diberikannya kemampuan yang tidak dimiliki mahluk lain dan diangkatnya manusia sebagai Kholifah di muka bumi menjadikan Manusia ini lebih utama dibandingkan dengan mahluk Allah lainnya.
Kemampuan yang Allah berikan sangatlah sesuai dengan Ayat telah di kutip di atas, bahwa Allah telah menjadikan Manusia dalam bentuk yang terbaik. Diberikannya kita mata lalu bisa melihat, diberikannya kita telinga lalu bisa mendengar, diberikannya kita lidah lalu bisa merasa, diberikannya kita kulit lalu kita bisa menyentuh, dan yang paling penting adalah diberikannya kita akal sehingga kita bisa berfikir dan menjadikan kita berbeda dengan binatang.
Jikalah ada yang akan menawar mata kita seharga seratus juta, apakah akan anda jual? Tentu tidak bukan, nikmat melihat ternyata tidak akan dapat di gantikan oleh uang senilai seratus rupiah. Bagaimana dengan telinga? Atau indra yang lainnya? Tentu tetap  tidak akan kita jual. Allah telah memberikan berbagai nikmat yang luar biasa bahkan tidak dapat di beli dengan uang sebanyak apapun. Apa sebenarnya maksud Allah memberikan hal ini secara Cuma-Cuma?
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (Q.s Al-araf : 179)
Dalam Ayat tersebut terceritakan bagi orang yang telah di berikan potensi berupa hati, penglihatan, pendengaran namun tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah mereka di hinakan, bahkan lebih hina dari binatang ternak. Manusia yang awalnya mulia, dengan segala keutamaan di bandingkan mahluk yang lain, kini Allah hinakan sehingga ketempat yang serendah-rendahnya.
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka) (Q.s At-Tiin : 5)
Begitulah kesudahan orang-orang yang telah Allah berikan nikmat yang banyak namun tidak bersyukur, tidak menggunakannya sesuai dengan perintah Allah maka keburukan lah akibatnya. Padahal Allah telah menegaskan kemaksudan diberikannya kemampuan kepada kita adalah agar kita bersyukur.
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Q.s. An-nahl : 78)
Semoga diri kita senantiasa menjadi manusia yang selalu bisa bersyukur dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Akal Mencari Tuhan (tulisan lama)


beberapa waktu lalu ilmuan telah menyatakan hal yang sangat luar biasa Temuan seorang peneliti menjadi perhatian dunia saat ini. Sebuah sungai telah di temukan di kedalaman laut Cenota Angelita, Mexico. Sebuah sungai yang memiliki rasa tawar dan terpisah dari air laut yang asin. Temuan ini semakin menguatkan kebenaran Al-Quran.
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.s Al-furqan : 53)
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing (Q.s. Ar-rahman : 19-20)
Al-Quran telah menceritakan berita ini kepada kita sejak 14 abad yang lalu. Adanya batasan antara dua air, air asin dan air tawar. Fenomena serupa telah di temukan sebelumnya di selat giblartar. Selat giblartar merupakan pertemuan antara dua arus dari laut mediterania dan arus dari laut atlantik yang memiliki kadar garam yang berbeda. Terlihat jelas dari permukaan laut terdapat perbedaan warna laut yang menyatu tersebut. Subhanallah terbuktilah kembali kebenaran Al-Quran.
Hingga saat ini banyak sekali temuan ilmu pengetahuan (science) yang dilakukan oleh para ilmuan malah semakin membenarkan dan menguatkan akan adanya penciptaan, dalih-dalih mereka ingin mengesampingkan adanya unsur yang lebih tinggi yaitu tuhan mereka malah semakin di dekatkan dengan fakta Adanya tuhan yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta ini. Teori big bang yang sangat ramai dibicarakan pada abad ke-19 yang membicarakan tentang pembentukan alam semesta ini pada akhirnya harus kembali kepada adanya peran tuhan yang telah mengatur segala hal dengan sangat mendetail. Sehingga benarlah firman Allah :
“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Anam : 73)
Banyaknya bukti kebenaran yang telah Allah tunjukan sebenarnya selanjutnya bagaimana akal kita bisa menerima bukti-bukti kebenaran itu.
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”  (Q.s Yusuf : 111)

Minggu, 13 April 2014

"Tuhan" ku bukan "Tuhan"

beberapa waktu ini sering terjadi pembicaraan mengenai peranan tuhan yang mungkin sudah di dudukan pada tempat yang tidak semestinya. siapakah Tuhan ini? bagi umat agama islam dan agama samawi tuhan yang dimaksud di sini adalah Allah SWT, tapi benarkah kita sudah mengenal tuhan kita?

kita mengenal Allah sebagai Tuhan, dalam bahasa Arab terdapat kata Rabb dan Illah yang dalam bahasa indonesia terjemah sederhananya adalah Tuhan. benarkah istilah Rabb dan Illah itu adalah sama dan terwakili dengan kata Tuhan?
dalam buku 4 istilah dalam Al-quran, syeikh abu ala al maududi mengupas hal ini dari segi bahasa, namun disini saya tidak akan men-share secara detail karna keterbatasan ilmu, jika ada koreksi mangga silahkan saja di sampaikan. oia buku ini juga bisa di download secara bebas di google, silahkan saja. jika tidak bisa saya emailkan. bila ada kesalahan mohon di ingatkan.  :)

Illah

arti dari illah ini di jabarkan secara merinci dalam buku, tapi saya ambil simpulannya saja bahawa illah itu adalah sesuatu yang sebenarnya sangat di cintai, di ibadahi, di utamakan, di sembah, kepadanya seseorang menitipkan keselamatan, sesuatu yang akan dapat mengabulkan dan memenuhi semua kebutuhan hidup seseorang.

Illah ini akan disematkan kepada Ma'bud atau sesembahan yang disembah dikarenakan bahwa Ma'bud tersebut dapat : a. memenuhi kebutuhan hidupnya, b. maha pelindung, c. maha penenang, d. mempunyai kekuasaan mutlak yang tidak ada tandingannya, e. maha gagah dan maha perkasa, f. suatu zat yang ghaib dan tidak dapat diindra oleh panca indra.
simpulan ini didasarkan pada Bahasa yang dalam bukunya dirinci secara jelas, sedangkan berikutnya penulis memberikan pembahasan berdasarkan pendapat dari masyarakat terdahulu.

 pendapat orang jahiliyah tentang Uluhiyah atau ketuhanan dan illah diceritakan dalam Alquran
 "Dan mereka memperbanyakkan tuhan selain Allah dengan harapan untuk
mendapatkan pertolongan dari mereka."
(Q.36:74.)
dalam ayat ini diceritakan bahwa illah bagi kaum jahiliyah adalah sesuatu yang darinya dapat diminta pertolongan, dijadikan pelindung dan akan membantu mereka.
banyak lagi pembahasan dalam bukunya tapi saya langsung saja ke simpulan, bahwa : 
  1. orang yang mengangap bahwa sesuatu sebagai pelindung dan penolongnya, dapat menghilangkan penderitaan dan memenuhi keinginannya. mampu mengabulkan permohonan dan dapat memberikan manfaat atau menimpakan kemudharatan, ia juga merasa bahwa sesuatu itu berwenang dan berkuasa atas aturan alam.
  2. Begitu juga bila ia takut pada sesuatu dan taat padanya serta yakin, bahwa kemurkaannya akan mendatangkan malapetaka dan keredhaannya akan melimpahkan rahmat baginya. itu karena sesuatu itu di yakini harus di taati dan ditakuti 
  3.  Orang yang memanjatkan doa kepada selain Allah memohonkan untuk keinginannya, padahal ia beriman terhadap Allah s.w.t., maka mendorong untuk ia berbuat demikian, adalah keyakinannya, bahwa yang dimohoni itu sekutu Allah dalam Uluhiyah (Ketuhanan). Begitu juga, orang yang tunduk pada aturan yang bertentangan dengan kitabullah (norma-norma alamiah/insaniah), jelaslah bahwa ia telah mengakui kemutlakan kekuasaan pembuat aturan itu.
adapun jika berbicara uluhiyah adalah Kemutlakan kekuasaan atas segala sesuatu di alam semesta ini atas bumi dan seluruh langit serta semua isinya. Kemutlakan kekuasaan atas pembuatan hukum dan aturan. Maka, mahu. tidak mahu, harus tunduk dan menyesuaikan diri dengan ketentuan ketentuan (norma-norma alamiah dan insaniah) buatan Allah Tuhan seru sekalian alam itu.

Rabb

dalam bukunya beliau menyampaikan bahwa rabb ini adalah berkaitan dengan pendidikan, Pengasuhan dan sebagainya. Selain daripada itu, ia mencakup banyak arti, iaitu Kekuasaan, Perlengkapan, Pertanggungjawaban, Perbaikan, Penyempurnaan dan sebagainya. Sebab itu, maka kata tersebut merupakan suatu prediket bagi suatu kebesaran, keagungan, kekuasaan dan
kepemimpinan.


Dan kita tidak saling menjadikan Rabb-rabb (tuhan-tuhan) selain Allah. (Qs.3 :64) 

Adapun yang dimaksud dari kata Arbaban, kata majmuk dari Rabb pada dua ayat tersebut ialah, semua pemimpin, baik pemimpin agama, ormas dan orpol, mahupun pemimpin lainnya, yang mengeluarkan aturan atau rencana yang lalu ditaati dan dilaksanakan oleh bawahan mereka, sekalipun bertentangan dengan ketentuan-ketentuan Allah (norma-norma
alamiah/insaniah). Malah dianggap adil.

secara simpulan rabb ini di artikan dalam beberapa hal yaitu :
  1. memelihara, melindungi, menjamin keinginan seluruh makhluk
  2. berkuasa yang berhak memerintah dan melarang.Sebagai pucuk pimpinan yang kepadaNya diserahkan segala urusan, memberi petunjuk dan membuat peraturan.
jika adanya sesuatu yang dimana ia mengambil peran dari pengertian Rabb diatas, maka hendaknya ia kembali kepada jalan yang lurus. ia telah menjadikan sesuatu sebagai tandingan dari Allah. rabb atau pemahaman akan tauhid rububiyah, akan penting untuk disandingkan dengan tauhid Uluhiyah.
layaknya para kaum-kaum terhadulu, mereka meyakini Allah sebagai Rabb namun enggan mengakui Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah.

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah." Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?" (Q.S yunus : 31)

semoga kita bisa senantiasa memurnikan ketuhidan kita kepada Allah, mendudukan Bahwa Allah lah sebagai Illah dan sebagai Rabb. Aminn.. 

Kamis, 20 Maret 2014

Sombong is Takabur

ceramah rutin aa gym yang tiap hari malam jumat di Darul Tauhid, bandung. hari ini tanggal 20 maret 2014. pembahasan menarik yang sederhana namun cukup mengena dengan diri ini.

topik pembahasan kali ini adalah Takabur, satu dosa yang dalam satu hadist cukup besar sekali pengaruh terhadap keselamatan.

Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Tidak dapat masuk syurga seorang yang dalam hatinya ada sifat kesombongannya seberat debu." Kemudian ada orang berkata: "Sesungguhnya seorang itu ada yang senang jikalau pakaiannya itu baik dan terompah -sandal-nyapun -sandalnya- baik." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan menghinakan orang banyak." (Riwayat Muslim)


sombong bukanlah satu hal yang selalu terkait dengan orang yang kaya, orang yang lebih pintar, orang yang lebih tua, bisa jadi kesombongan itu muncul dari orang yang kekurangan, orang yang tidak berilmu, orang yang lebih muda. karena sombong yang dimaksud itu adalah ketika kita malah meremehkan orang lain atau kita enggan untuk menerima kebenaran.

dalam kehidupan pernah pasti kita merasa bahwa diri kita lebih tinggi dari orang lain, meremehkan orang lain, karena kita lebih berpendidikan, lebih harta, atau hanya karena lebih tua.
dalam ceramahnya aa, kita ini sama sekali tidak lah layak untuk berlaku sombong. diri kita yang lemah ini bahkan repot ketika tidak bisa menarik nafas, atau bahkan ketika sulit membuang angin. betapa lemahnya kita ini. bahkan (maaf) kemana mana kita selalu membawa kotoran dalam perut kita. tak ada yang perlu di banggakan. kita adapun asalnya dari (maaf) dua alat kencing, laki-laki ketika berbentuk sperma, dan dari perempuan ketika lahir kedunia. tidak ada yang perlu di banggakan.

sebenarnya kita perlu bersyukur bahwa Allah telah menutupi 3 hal dalam diri ini sehingga orang lain masih ada yang mau berbicara dengan kita, masih mau berjabat tangan dan masih mau duduk sebelahan. hal yang Allah swt tutupi adalah adanya kulit yang menutupi, bayangkan jika kulit kelopak mata dihilangkan, tentu berbicara dan ngobrol pun akan tidak nyaman dan bahkan menyeramkan dengan melihat bola mata yang bulat.Allah telah menutupinya sehingga enaklah kita berbicara. hal kedua yang Allah tutupi adalah kita tidak mampu membaca pikiran orang lain. kita bisa jadi akan stres jika kita tau apa isi kepala orang lain, bisa jadi orang lain memikirkan hal yang tidak-tidak kepada kita dan membuat risih diri kita. hal ketiga adalah ketika Allah SWT masih menutupi Aib-aib kita yang begitu banyaknya. Allah masih menjaga dirikita sehingga masih ada yang mau ngobrol, duduk, bersalaman dengan kita, padalah jika orang lain tau dosa apa saja yang telah dilakukan oleh tangan ini, bisa jadi mereka enggan samasekali untuk duduk disebelah kita atau hanya berjabattangan saja.

kini saat nya introspeksi diri, bahwa banyak sekali prilaku-prilaku yang bisa jadi itu satu kesombongan yang muncul akibat kelalaian kita. baik itu menolak kebenaran ataupun berupa meremehkan orang lain.
sebanyak 17 kali kita berdoa dalam shalat untuk diberikan petunjuk dan jalan yang Allah ridhai, dari mana saja petunjuk itu bisa datang, dari ceramah, membaca, kritikan orang, berbagai caranya harus tetap kita syukuri karna itu akan menjadikan kita bisa kembali kepada jalan yang lurus. semoga dirikita ini terlindung dari godaan-godaan setan yang terkutuk yang selalu mengajak kepada kesombongan.

Darul Tauhid.

Rabu, 19 Maret 2014

Dialog monolog

Ingat satu gambar ini? 
Ilustrasi yang sederhana dan Pasti pernah mengalami. Iya dialog yang ada di dalam kepala dan hati antara bisikan setan dan tuntunan malaikat. Dalam diri mungkin kerasa sebuah monolog, padahal sedang ada keributan yang terjadi antara setan dan malaikat.
Saat kita melakukan satu aktifitas baik tentu bisikan setan ada, dia kadang bilang "udah entar aja", "males kali ngerjain gituan", "km lg sibuk jngn mau di suruh" ibu" dan malaikat bilang "ayo kerjain", "mayan jd pahala", "janji allah bray" begitulah dialognya. Begitupun sebaliknya ketika berbuat keburikan, "inget dosa hei", "Allah maha melihat", "inget akhirat bro" malaikat senantiasa membisiki untuk tidak berbuat hal itu sedang setan terus menggoda "udah kali ini aja", "dikit aja nyoba", "ga ada yg liat", "allah maha pengampun" itu bisikan sesatnya setan kamfret. (Bahkan ketika mengetik ini setan serasa membisiki ku)
Setan ini emang tidak pernah menyerah. Dari kita memiliki niat, sedang berbuat, bahkan sampai ketika ingin istiqomah berbuat ia tidak kehabisa akal untuk menggoda. Kamfret bener ni setan.
Dalam Quran memang setan itu sudah di berikan posisi yang pas, banyak yang diceritakan ini hanya salah satu ayat yang terceritakan tentang posisi syaitan, ayatnya sebagai berikut :
"Hai orang-orang beriman, masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhan, dan janganlah ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" (Q.S al baqarah : 208)
Ada kisah menarik dari Al-Quran, tentang setan ini diceritakan sebagai berikut
"Bujukan orang-orang munafik itu adalah seperti bujukan syaitan ketika dia berkat kepada manusia : "kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata; "sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah tuhan semesta alam" (Q.S. al hasyr :16)
Dialog jiwa ini yang akan selalu menjadi monolog dalam diri. Sekali lagi mengutip ayat quran dalam surat asy syam :
"Maka Allah telah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dannletakwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikannya, merugi bagi yang mengotorinya" (asy syam : 8-10)
Hanya berdoa kepada Allah agar jiwa ini senantiasa memilih kepada seruan-seruan kebaikan. Yaitu seruan-seruan kebaikan.

Rabu, 12 Maret 2014

JADI IKHWAN JANGAN CENGENG, di ambil dr tulisan @heri hertanto (repost)

Nemu tulisan di note facebook, tercerahkan dan saya pengen nangis mengingat semua nasihat ini. T_T


Di kutip dari seorang kawan, punya nilai yang sangat baik, bagi ikhwan-ikhwan sekalian.
selamat menyimak.

Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dikasih amanah pura-pura batuk.. Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk.. Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk.. Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut.. Afwan ane nguru...s anu ngurus itu jadinya suntuk.. Terus dakwah gimana? digebuk? Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic.. udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit.. Ke-GR-an tuh kalo ente melilit.. Kesehariannya malah jadi genit.. Jauh dari kaca jadi hal yang sulit.. Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt… Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah.. Rencana awal cuma kirim Tausyiah.. Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah.. Terselip mikir rencana walimah? Tapi nggak berani karena terlalu wah! Akhirnya hubungan tanpa status aja dah! Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Abis nonton film palestina semangat membara.. Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana.. Semangat jadi penontonnya luar biasa.. Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara.. Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja.. Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Ngumpet-ngumpet buat pacaran.. Ketemuan di mol yang banyak taman.. Emang sih nggak pegangan tangan.. Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan.. Oh romantisnya, dunia pun heran.. Kalo ketemu Murabbi atau binaan.. Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan? Oh malunya sama Murabbi atau binaan? Sama Allah? Nggak kepikiran.. Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. . Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Disuruh infaq cengar-cengir. . Buat beli tabloid bola nggak pake mikir.. Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir.. Suruh tenang dan berdzikir.. Malah tangan yang ketar-ketir. . Leher saudaranya mau dipelintir! Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah.. Malah nyari Aminah.. Aminah dapet, terus Walimah.. Dakwah pun hilang di hutan antah berantah.. Dakwah yang dulu kemanakah? Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah.. Duh duh… Amanah Aminah.. Dakwah.. dakwah.. Kalah sama Aminah.. Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Buka facebook liatin foto akhwat.. Dicari yang mengkilat.. Kalo udah dapet ya tinggal sikat.. Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat.. “Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?” Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat .. Akhwatnya terpikat.. Mau juga ditraktir secara cepat.. Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat… yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT! Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat.. badan goyang-goyang kayak ulat.. Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat.. Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’.. Zina pun menjadi hal yang nikmat.. Udah pasti dapet laknat.. Duh.. maksiat.. maksiat… Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Ilmu nggak seberapa hebat.. Udah mengatai Ustadz.. Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat.. Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat.. Lho kok udah berani nuduh ustadz.. Semoga tuh otaknya dikasih sehat.. Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Status facebook tiap menit ganti.. Isinya tentang isi hati.. Buka-bukaan ngincer si wati.. Nunjukkin diri kalau lagi patah hati.. Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri.. Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati.. Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi? Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan.. Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan.. Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian.. Kepala cenat-cenut kebingungan. . Oh kasihan.. Mendingan cacingan.. Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman.. Makin bingung nyari teladan.. Teladannya bukan lagi idaman.. Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan.. Mau jadi putih nggak kuat nahan.. Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian.. Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman.. Teladan pun sekarang ini susah ditemukan.. Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Diajakain dauroh alasannya segudang.. Semangat cuma pas diajak ke warung padang.. Atau maen game bola sampe begadang.. Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang.. Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang.. Duh.. berdendang… Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah.. Tapi jarang banget yang namanya tilawah.. Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah.. Hidup sekarang jadinya agak mewah.. Hidup mewah emang sah.. Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah? Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dulunya di dakwah banyak amanah.. Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah.. Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah.. Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah.. Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah.. Anak baru dipandang dengan mata sebelah.. Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah.. Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah.. Lanjutin perjuangan saya yah… Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo.. Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro.. Murabbi ikhlas dibikin melongo.. Binaan nggak ada satupun yang ngasih info.. Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo.. Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo.. Oh noo… Jadi Ikhwan jangan cengeng… Jadi Ikhwan jangan cengeng… Jadi Ikhwan jangan cengeng… Jadi Ikhwan jangan cengeng… Jadi Ikhwan jangan cengeng… Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan.. Dimanapun harokahnya… Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini.. Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah.. Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati.. Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah… Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi… Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari.. Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama…? Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu.. Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya.. “Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…” “Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.” “Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.” “Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.” “Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.” Aamiin Allahumma aamiin.

Senin, 24 Februari 2014

Tingkatan Cinta

Abdullah aNasih Ulwan seorang ulama bercerita tentang cinta.

ia menyimpulkan bahwa cinta Terbagi menjadi tiga tingkatan cinta apa saja?  silahkan menyimak.

Cinta tertinggi adalah ketika cinta kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalanNya. adapun cinta tingkatan kedua adalah cinta kepada keluarga, orang tua, anak-istri, dan kerabat. cinta tingkatan paling rendah adalah cinta kepada keluarga, kerabat, harta, tempat tinggal dengan menomor duakan Allah, Rasul dan berjihad di jalannya.

nah loh para remaja jomblo dan sedang mencari pasangan, kita lihat kecintaan-kecintaan kita ini bakal seperti apa nih, masuk kategori 1, 2, atau 3. sering kali ada pernyataan "aku cinta kepadanya karena Allah." "aku cinta kepada ya karena keshalehannya", aku cinta kepadanya karena bla..bla,,bla..

banyak sekali pernyataan yang mungkin demikian ya, tapi dari kajian malam jumat bareng AA Gym, kembali teringatkan lagi, bahwa Allah maha tau isi Hati, ketika kita berbohong maka kepada siapa kita berbohong, tidak perlu lagi berbohong. Allah maha tau segala isi hati kita, Allah Maha tau perbuatan kita, yang perlu kita lakukan sekarang. Tobat, tobat, tobat, atas semua kebohongan dan alibi-alibi yang kita bikin.

kita dudukan rasa yang telah Allah berikan ini kepada tempatnya, kepada seharusnya ia berada. sekarang Kita serahkan semuanya kepada Allah lagi saja.

wallahualam.

Jumat, 21 Februari 2014

Aku tidak tahu

Namamu sudah tertuliskan di lauful mahfuz, begitupula namaku.
Aku tidak tau apakah namamu berdampingan dengan namaku
Aku tidak tau apakah ajalku lebih dahulu dari ajal mu.
Aku tidak tau apakah rizky mu melalui rizky ku.
Aku tidak tau apakah aku di tempatkan di tempat yang mulia ataukah hanya dirimu.
Aku hanya tidak tau...

Yang aku tau kau sesuatu yang istimewa buatku.

Rabu, 19 Februari 2014

Aku bukan Akh

Akh, satu panggilan yang tidak asing di kalangan aktivis dakwah. Baik di sekolah atopun di kampus.
Cukup lama bergaul dengan lingkungan dakwah tidak menjadikan saya mau di sebut Akh, kenapa? Karena kagok. Hahaha.
Saya melihat banyak Akh-Akh di kampus luar sana keliatannya soleh", alhmdllah, pakaian rapi dengan celana bahan dan selalu membawa mushaf Quran.
Lah gue? Hahaha. Lebih nyaman dengan celana jeans ato PDL, ceritanya demi kenyamanan.
Hebatnya akh-akh ini selalu menjadi perhatian dengan berbagai prestasinya. Dan biasanya pada kalem kalem.
Lah gue? Hahaha.
Bener ga sih, klo liat akhwat" jilbab lebar dengan gamisnya menunjukan kesempurnaan keyakinannya? Jwbnnya ya ada betulnya. Memang d perintahknnya demikian dan tidak mudah untuk bsa berpakaian lebar (katanya). Klo Cowo? Gitu juga ga sh? Klo Blm pke clana bahan jd ikhtong, ikhwan sapotong, pfftt...

Akh ini entah satu panggilan kpd aktivis ato kepada kelompok orang dr harokah tertentu atau berlaku untuk semua cowo. Saya pribadi lebih memilih kata ganti dalam bahasa indonesia, supaya tidak terkesan eksklusif. Jadi kalo mau panggil saya, boleh gilang, boleh ente, boleh akang, boleh aa. :)

Rabu, 12 Februari 2014

Suka-Suka, bersama Bimbel Sukarela





Satu inisiatif besar pada tahun 2013 lalu muncul. Sebuah konsepan sederhana yang kiranya bisa sedikit bermanfaat untuk dunia pendidikan. Hal ini adalah lahirnya bimbel sukarela, sebuah konsepan bimbel yang dirancang secara swadaya, free, dan terbuka.
Industry pendidikan memang menjadi prospek bisnis yang menjanjikan, hal ini terlihat dari banyaknya bimbel-bimbel yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini. Adanya isu Ujian Nasional dan SBMPTN menjadi isu yang membuat bisnis pendidikan ini sangat menarik. Namun bagi siswa Isu UN dan SBMPTN ini menjadi tantangan tersendiri untuk dapat melewatinya.
Bimbel banyak bermunculan sebagai alternative belajar siswa di luar sekolah, namun karna bimbel ini satu institusi bisnis juga maka ada biaya yang memang cukup mahal dan tidak semua kalangan dapat menjangkau bimbel ini. Coba bayangkan jika kita dalam satu arena track balap sepeda, orang yang mampu beli roket akan membeli roket untuk dapat menambah kecepatan saat balapan, orang yang tidak mampu tentu tidak dapat beli, dan semua ada di track yang sama. Berbedanya kesempatan seseorang mendapat pendidikan lebih dikarenakan batasan kemampuan ekonomi yang berusaha kami solusikan disini.
Setiap orang harusnya punya kesempatan untuk mendapat pendidikan yang layak, Untuk mempersiapkan itu semua, kami dari bimbel sukarela mencoba menjadi solusi dengan membuka satu bimbel secara gratis, kami mengumpulkan volunteer dari berbagai kampus di bandung untuk sharing ilmu dan informasi persiapan UN dan SBMPT.


Buat kamu yang peduli dengan pendidikan, peduli untuk membantu adik-adik kita, ayo kita join bersama bimbel sukarela. Sebuah langkah kecil untuk pendidikan dari gerakan selangkah!.