Jumat, 05 April 2013
Lindungi pulau kami, gili meno.
Beberapa waktu yang lalu alhamdullilah sempat berkunjung ke Lombok, saat itu kebetulan mendapat tiket promo ke Bali dan kami sempatkan juga untuk ke Lombok. Salah satu tempat tujuan wisata d Lombok adalah ke pulau pulau kecil di sekitaran Lombok, kami hanya sempat mengunjungi dua pulau gili, gili meno dan gili trawangan.
Sekitar 20menit dari pelabuhan bangsal menggunakan boat, kami sdh sampai di gili meno. Saat kami berangkat kami berjumpa dengan satu wisatawan Cina yg cukup berusia, dan bahasa Inggrisnya tidak terlalu baik. Tapi dia orang yang baik. Mr. Zhi kami menyebutnya.
Saat itu hari menjelang malam, sehingga kami hanya sempat menikmati pantai gili meno tidak lama. Pantai yang bersih, itu kesan pertama saya, tidak banyak keramaian, walaupun ada beberapa kafe yang sdh buka d samping pantai dan terlihat beberapa wisatawan asing yang sedang duduk-duduk di saung saungan.
Karena kita jalan-jalan dengan budget backpaker, ketika tiba pun langsung mencari penginapan ya murah, dan alhamdulillah, kita mendapat 3 kamar dengan harga 250ribu untuk satu malam. Rombongan kami ada 4orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Harga sangat berpengaruh tampaknya, karena air d kamar mandi kami ternyata asin juga seperti air laut, sedih sekali.
Setelah menyimpan barang, kami ke pantai untuk menyaksikan Sunset di pantai barat gili meno, karena saat itu berawan jadi tidak terlalu kelihatan dengan baik.
Menjelang maghrib kami pulang k penginapan untuk mencari makanan, dan ternyata dapat lah tempat makan yang murah yg di rekomendasikan ibu penginapan kita.yg asalnya 20rb, kita tawar jd 10 rb.. gila ga tuh..
Pagi hari kami menuju pantai untuk menyaksikan sunrise, tapi sekali lagi awan menghalangi penampakan matahari pagi yg akhirnyandapat kami lihat sekitar jam 7.30 pagi. Sambil bermain d pantai dan mencari batu batu laut, akhirnya kami kebablasan untuk naik kapal jam9 yg menuju gili trawangan dan harus menunggu sampai jam 3 sore.
Di tengah menunggu itu kami putuskan untuk mengelilingi pulau, dan ternyaman sisi utara pulau gili meno ini memiliki pemandangan yang luar biasa, pasir, ombak, rumput laut, karang. laut yg jernih semuanya ada. Ya inilah gili meno. Satu pulau yang masih asri alami dan sangat indah.
Di tengah pulau terdapat satu bangunan masjid yg apabila adzan berkumandang terdengar hampir k seluruh pulau.
Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kamu dustakan.
Keagungan Allah akan terlihat dari hasil ciptaannya. Harapan saya adalah agar pulau gili meno ini tetap seperti ini, jangan d bangun hotel-hotel mewah, jangan d buat pub-pub minuman keras, jangan jadi tempat hiburan malam orang-orang barat.
Lindungi pulau kami...
Hidup itu tidak segitiga, tidak persegi, melainkan Bulat!
Apa sih segitiga? Suatu bentuk yang memiliki tiga sisi, kalo
persegi? Satu bentuk yang memiliki empat sisi, lantas lingkaran punya berapa
sisi? …..
Yup, ini adalah satu cerita yang akhirnya saya sadari
setelah memahami betapa banyak peran kita dalam kehidupan ini. Tidak seperti
segitiga yang hanya memiliki tiga sisi ataupun persegi yang hanya empat sisi.
Merasa tidak bahwa diri kita ini dalam satu waktu banyak memainkan peran dalam
kehidupan? Kita list nih peran kita sebagai mahasiswa, peran kita sebagai anak
orang tua, peran kita sebagai aktivis organisasi, peran kita sebagai senior,
peran kita sebagai junior, peran kita sebagai elemen masyarakat, peran kita
sebagai pengajar, peran kita sebagai penerus bangsa, peran kita sebagai
penyampai ilmu, peran kita sebagai anggota keluarga, anggota masyarakat, peran
kita sebagai mahluk ekonomi, Dan peran kita sebagai mahluk tuhan, peran kita
sebagai kholifah, peran kita sebagai pelanjut risalah para nabi, peran kita
sebagai dai, peran kita sebagai hamba Allah dan banyak lagi peran yang mungkin
kita jalani.
Peran tersebut seringkali tidak dapat kita lakukan dalam
satu waktu, namun bisa juga di lakukan dalam waktu yang bersamaan. Manusia
memang bukan robot yang hanya mengerjakan hal-hal tertentu saja, manusia juga
bukan sesosok daging (baca zombie) berjalan yang hanya memenuhi kebutuhan untuk
bertahan hidup.
Persegi atau segitiga memiliki sisi yang jelas untuk
menghadap keluar, hanya ada empat dan tiga. Bagaimana dengan lingkaran? Ya
lingkaran banyak sisi yang mungkin di hadapi, sisi yang 5o, sisi
yang 40o, sisi yang 90o dan banyak sudut lainnya yang menunjukan hadapan yang
berbeda. Hanya sebuah ibarat saja bahwa kehidupan kita ini akan menghadapi
banyak peran, jika tiap 1o adalah satu peran, maka satu lingkaran
terdapat 360 peran. Peran ini adalah pilihan-pilihan yang telah kita
ambil, bisa jadi terdapat 5 peran untuk satu lingkaran, bisa jadi 20 peran,
bisa jadi 360 peran yang diambil. Tapi tentunya lebih dari satu peran yang akan
kita temui dari diri kita.
Kembali kepada sebuah roda, peran ini akan silih berganti
seperti sebuah roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah, kadang
mengambil peran yang satu secara bergantian, sebuah roda………… yup sebuah roda
peran, yang seharusnya bisa menggerakan jiwa dan raga menuju sebuah pengabdian
kepada sang pencipta.
Selasa, 26 Maret 2013
Pendakian Gunung Ciremai
pendakian ini diawali dari berkunjungnya saya ke daerah cirebon dan
kuningan untuk ke beberapa kampus disana pada akhir november 2012 lalu.
ketika sampai di cirebon tersadari ada gunung yang sangat besar sekali,
ya gunung Ciremai terlihat gagah menjulang ke langit. pemandangan gunung
semakin terlihat selama perjalanan menuju kuningan. ya disana lah
muncul sebuah itikad untuk mendaki gunung ciremai ini.
selama november dan awal desember mulai mencari tim untuk ikut ekspedisi pendakian gunung ciremai. yang akhirnya terkumpul 7 orang yang fix berangkat. dan pada hari jumat tanggal 28 desember 2012 alhamdulillah kita akhirnya berangkat menuju gunung ciremai. tim yang siap ekspedisi ini ada Andre, fulki, Wina, Zul (adik wina), Iwa, lutfi tile, dan saya.
semua persiapan sudah dilakukan sejak dari H-1 sampe H-1jam, dari persiapan tas, logistik, ongkos, sudah di persiapkan. terimakasih kepada Andre yang bersedia kosannya diberantakin buat packing barang di sana heehee. rencana keberangkatan kita pukul 13.00 tepat setelah shalat jumat, namun sangat disayangkan kita terlambat berangkat sekitar 1 jam. kita baru berangkat pukul 14.00 dari kampus UNPAD DU menuju terminal cicahem, dan setelah menunggu beberapa jam, bis 3/4 yang kita tumpangi baru jalan setelah melalukan perabaikan rem yang sangat lama sekali.. grrr...
gunung ciremai memiliki tiga rute pendakian, ada jalur palutungan, jalur maja, dan jalur linggar jati. awal yang kami rencanakan adalah melalui jalur linggar jati, jalur yang terkenal sangat menantang dan terjal. namun niat itu kami urungkan setelah menimbang banyak dari tim kita yang masih baru dalam urusan pendakian. ya akhirnya kita putuskan untuk naik melalui jalur palutungan.
Beruntung kita punya rekan yg baik, intan, dia orng majalengka yg mengizinkan kami menginap d rumah neneknya (klo g salah). Hari jumat pun d akhiri dengan menginap di rumah intan. Tengkyu intann.. Tidur merupakan hal penting, karna fisik harus d persiapkan dengan baik.
Yup hari berikutnyapun tiba, sabtu kita awali dengan salat subuh yg kemudian kita repack tas ransel kita dengan merapihkan perbekalan, dan tak lupa, kompor yg merupakan alat kelangsungan hidup saat itu terus d upayakan untuk bisa beli lagi. Yup awalnya kompor kami tertinggL d bandung, dan kusut sekali. (Jangd bahas lah ya)
setelah sekian lama mencari kompor d cikijing-daerah tmpt kami menginap-, tidak menemukan kompor portable yg kami cari, diputuskanlah kita beli kompor itu d kuningan kota. Dr cikijing hanya bawa spirtus sajasedikit.
Dengan sewa angkot seharga 100rb, kami bisa d antar terlebih dahulu k kota kuningan untuk beli kompor, dan kemudian d antar menuju gerbang awal pendakian gunung ciremai, jalur palutungan.
Jalur palutungan terdiri dari 9 pos menuju puncak. Palutungan - cigowong -paguyangan badak - arban - tanjakan asoy - asanggrahan -sanghiang ropoh - goa walet- puncak. Perjalanan kita mulai, kita tiba d gerbang awal sekitar pukul 11 siang hari sabtu tgl 29 desember 2012.
Perjalanan yang cukup panjang, cuaca yg saat itu cukup berkabut menjadi teman perjalanan kami. Namun seru ko.
Pos demi pos berhasil kami lewati di hari pertama, sampai kita memutuskan untuk camp di pos arban, saat itu hujan deras tiba" menyerang secara mendadak, dan tenda pun kami dirikan. Satu hal yang cukup menyakitkan adalah tenda yg kami sewa ternyata bocor, tidak mampu menahan hujan. Apesnya lagi, sleeping bagyg kami bawa basah juga, Dengan terpaksa kami tidur duduk dengan kaki basah di dalam tenda. Bagi kami yg paling d nanti adalah pagi hari, menjelang subuh hari ada kejadian yg cukup aneh terjadi dan tidak perlu sy ceritakan disini.
Yeah.. Pagi tiba... :D. Sarapan adalah hal penting, kita mulai dengan memasak terlebih dahulu. Pagi itu matahari bersinar cerah #aehh.. Yup kesempatan untuk menjemur yang basah.. Perjalanan kita bisa di bilang santai" saja. Tidak buru buru ingin sampai puncak. :).
Saat itu banyak sekali pendaki lain yang kami jumpai selama perjalanan, memang momentum tahun baru menjadi momen yang pas sih. Menurut informasi petugas, sekitar 2000 pendaki yang naik pada tahun baru itu. Wuihh..
Jam 9.30 kita sudah siap kembali setelah packing barang barang, dan kita star kembali. Tanjakan semakin terasa asoy, ya sesuai nama posnya ternyata sangan menanjak sekali. Haha.. Pos lain pun demikian, di beberapa tempat kita dapat melihat pemandangan ke bawah yg cukup indah jika tidak tertutup kabut, maklum musim hujan, kita hanya kebagian beberapa kali pemandangan saja. Duri di jalan sangat minim sekali, karna jalur pendakian pun sudah sangat enak, jadi aman.
Perjalanan panjang itu pun berakhir di gua walet, tempat perkemahan kita berikutnya. Tepat sebelum magrib kita sdh sampaimd gua walet, rencananya kita ingin melihat sunset di puncak, tapi cuaca tidak mendukung ya tidak masalah lah :).
Saat itu d lokasi sudah banyak yg mendirikan tenda. yang kit pun bergegas. Tenda pun kami dirikan, air pun mulai di panaskan. Yup istirahat enak dan nyaman. Posisi yang sangat pas kita dapatkan, tepat d mulut gua walet, karna satu tenda tidak kondusif, terpaksa ada yang d luar tenda mendirikan bifak. Sampai sekitar jam 10 malam kita siap untuk tidur mempersiapkan summit attack bada subuh nanti.
Cuaca malam yang dingin menusuk, sambil menanti fajar menjelang. Waktu subuhpun datang, kami putuskan langsung berangkat ke puncak yg jaraknya hanya sekitar 30 menit perjalanan. Yup, kami shalat subuh tepat d puncak gunung ciremai, puncak tertinggi jawa barat.
Rombongan kami adalah yg pertama sampai puncak, menikmati detik detik sunrise penuh rasa penasaran. Ya... Nikmat tuhanmu yang manalagikah yang kamu dustakan, ya keagungan Allah pun terlihat di sini, jelas.
Momen
berfoto tidak kami lewatkan, no pic = hoax, kami patahkan dengan foto"
kami ini. Sunrise pun terlihat sangat indah, meski masih ada saja awan
yg sedikit menghalangi. Perjalanan kamipun terbayar dengan tercapainya
tujuan kami, sunrise. Seiring waktu banyak rombongan yang akhirnya
menyusul menaiki puncak.
Hanya sekitar dua jam kami di puncak, setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan kami putuskan kembali ke tenda untuk sarapan. :).
Kami kembali ke pos Goa Walet, istirahat dan memasak sambil leyeh-leyeh, dan packing persiapan turun gunung. tepat jam 12 siang, kita meluncur kebawah untuk turun.
perjalanan baru pun dimulai, kami mengambil jalur yang berbeda dari jalur naik, jalur naik kita melewati jalur Palutungan, sedangkan turun kami mengambil jalur Maja-Apuy. dan ternyata memang sangat panjang jalurnya. jalan,istirahat, jalan istrirahat, ngesot banget kita. sampai menjelang malam kita masih sangat jauh sekali dari pos 1.
benar, akhirnya kita kemalaman, tgl 31 desember 2012, melam tahun baru itu kita masih ditengah hutan, kondisi perut yang lapar, karena salah perhitungan, logistik makanan di habiskan ketika mau turun (makusdnya supaya ga berat), ditambah lebih parah lagi senter yang kita miliki sangat terbatas, dan batre cadangan pun terbatas. baiklah, turun malam-malam dengan kondisi yang cukup gelap karna senter yang terbatas. jam 10 malam pun terlewat dan kami masih terus berjalan. sudah hampir 10 jam kita berjalan, tapi masih saja belum sampai... dengan semangat nasi padang dan mie ayam kita terus menyemangati diri untuk terus berjalan semoga bisa segera sampai pos 1.
beruntung hari itu adalah hari yang sangat ramai pendakian, sekitar 2000 pendaki (menurut ranger) ada di gunung ciremai untuk menghabiskan malam tahun baru mereka. pos 2 pun terlihat, dan terdapat api dari campfire yang didirikan, wah.. alhmdulillah...
pos 2 pun sampai, saat itu sekitar jam 11 lebih, tanpa basa-basi dan malu-malu, kami minta makan karna lapar yang sangat lapar (apacoba), sekotak Ayam goreng dan segulung nasi langsung kita sambar, tentu dengan air hangat menjadi hal yang sangat mantap saat itu. duduk-duduk disekitar perapian untuk menghangatkan badan. buka satu tenda untuk para cewe biar bisa tidur segera, yang cowo di shelter pos 2 saja duduk-duduk dekat api dan tertidur... malam pergantian tahun baru kami lewatkan dengan kecapaean yang luar biasa,
pagi hari pun datang, selepas solat, kita bertekad untuk melanjutkan perjalanan, jalan masih panjang ternyata untuk mencapai pos 1 jalur apuy, tapi kami disajikan pemandangan yang luar biasa. hari itu matahari sangat cerah, tidak biasanya pada musim hujan ada matahari seperti itu. pemandangan gunung-gunung yang luar biasa terlihat sepanjang jalur apuy ini, dan akhirnya sampai pos 1 dan kami menemukan Air pancuran, wah.. serasa sudah lama sekali tidak menemukan air. hahaa. bersih-bersih lah kita disitu selama beberapa waktu.
jalur turunnya panjang sekali, duh, beruntung ada mobil colt bak yang sedang bawa hasil panen turun, kita nebeng deh dikira gratis, waktu turun ternyata bayar, pfftt.. gharar ya. alhasil sampailah kita di terminal maja, diantar sopir tadi. dan nemu deh Mie Ayam, hajaarrrrrr...
sekitar jam 2-an, kita tidak mendapatkan elf yang ke bandung, tarifnya juga di mahalkan beuh,,, tiba-tiba keberuntungan datang, ada angkot Dago,bandung yang melewat di terminal, dicegatlah sama abang-abang di terminal, langsung bla,bla,bla, deal diantar sampai dipatiukur, beuh.. sekali naik ongkos murah sampai tujuan, beruntung, alhamdulillah. :D
demikian lah kisah perjalanan pendakian gunung ciremai, puncak tertinggi jawa barat pun dapat kami singgahi dengan berbagai fenomenanya. pasti akan sangat rindu sekali naik gunung ini lagi. :)
salam lestari.
selama november dan awal desember mulai mencari tim untuk ikut ekspedisi pendakian gunung ciremai. yang akhirnya terkumpul 7 orang yang fix berangkat. dan pada hari jumat tanggal 28 desember 2012 alhamdulillah kita akhirnya berangkat menuju gunung ciremai. tim yang siap ekspedisi ini ada Andre, fulki, Wina, Zul (adik wina), Iwa, lutfi tile, dan saya.
semua persiapan sudah dilakukan sejak dari H-1 sampe H-1jam, dari persiapan tas, logistik, ongkos, sudah di persiapkan. terimakasih kepada Andre yang bersedia kosannya diberantakin buat packing barang di sana heehee. rencana keberangkatan kita pukul 13.00 tepat setelah shalat jumat, namun sangat disayangkan kita terlambat berangkat sekitar 1 jam. kita baru berangkat pukul 14.00 dari kampus UNPAD DU menuju terminal cicahem, dan setelah menunggu beberapa jam, bis 3/4 yang kita tumpangi baru jalan setelah melalukan perabaikan rem yang sangat lama sekali.. grrr...
gunung ciremai memiliki tiga rute pendakian, ada jalur palutungan, jalur maja, dan jalur linggar jati. awal yang kami rencanakan adalah melalui jalur linggar jati, jalur yang terkenal sangat menantang dan terjal. namun niat itu kami urungkan setelah menimbang banyak dari tim kita yang masih baru dalam urusan pendakian. ya akhirnya kita putuskan untuk naik melalui jalur palutungan.
Beruntung kita punya rekan yg baik, intan, dia orng majalengka yg mengizinkan kami menginap d rumah neneknya (klo g salah). Hari jumat pun d akhiri dengan menginap di rumah intan. Tengkyu intann.. Tidur merupakan hal penting, karna fisik harus d persiapkan dengan baik.
Yup hari berikutnyapun tiba, sabtu kita awali dengan salat subuh yg kemudian kita repack tas ransel kita dengan merapihkan perbekalan, dan tak lupa, kompor yg merupakan alat kelangsungan hidup saat itu terus d upayakan untuk bisa beli lagi. Yup awalnya kompor kami tertinggL d bandung, dan kusut sekali. (Jangd bahas lah ya)
setelah sekian lama mencari kompor d cikijing-daerah tmpt kami menginap-, tidak menemukan kompor portable yg kami cari, diputuskanlah kita beli kompor itu d kuningan kota. Dr cikijing hanya bawa spirtus sajasedikit.
Dengan sewa angkot seharga 100rb, kami bisa d antar terlebih dahulu k kota kuningan untuk beli kompor, dan kemudian d antar menuju gerbang awal pendakian gunung ciremai, jalur palutungan.
Jalur palutungan terdiri dari 9 pos menuju puncak. Palutungan - cigowong -paguyangan badak - arban - tanjakan asoy - asanggrahan -sanghiang ropoh - goa walet- puncak. Perjalanan kita mulai, kita tiba d gerbang awal sekitar pukul 11 siang hari sabtu tgl 29 desember 2012.
Perjalanan yang cukup panjang, cuaca yg saat itu cukup berkabut menjadi teman perjalanan kami. Namun seru ko.
Pos demi pos berhasil kami lewati di hari pertama, sampai kita memutuskan untuk camp di pos arban, saat itu hujan deras tiba" menyerang secara mendadak, dan tenda pun kami dirikan. Satu hal yang cukup menyakitkan adalah tenda yg kami sewa ternyata bocor, tidak mampu menahan hujan. Apesnya lagi, sleeping bagyg kami bawa basah juga, Dengan terpaksa kami tidur duduk dengan kaki basah di dalam tenda. Bagi kami yg paling d nanti adalah pagi hari, menjelang subuh hari ada kejadian yg cukup aneh terjadi dan tidak perlu sy ceritakan disini.
perjalanan menuju puncak saat berkabut
Yeah.. Pagi tiba... :D. Sarapan adalah hal penting, kita mulai dengan memasak terlebih dahulu. Pagi itu matahari bersinar cerah #aehh.. Yup kesempatan untuk menjemur yang basah.. Perjalanan kita bisa di bilang santai" saja. Tidak buru buru ingin sampai puncak. :).
Saat itu banyak sekali pendaki lain yang kami jumpai selama perjalanan, memang momentum tahun baru menjadi momen yang pas sih. Menurut informasi petugas, sekitar 2000 pendaki yang naik pada tahun baru itu. Wuihh..
Jam 9.30 kita sudah siap kembali setelah packing barang barang, dan kita star kembali. Tanjakan semakin terasa asoy, ya sesuai nama posnya ternyata sangan menanjak sekali. Haha.. Pos lain pun demikian, di beberapa tempat kita dapat melihat pemandangan ke bawah yg cukup indah jika tidak tertutup kabut, maklum musim hujan, kita hanya kebagian beberapa kali pemandangan saja. Duri di jalan sangat minim sekali, karna jalur pendakian pun sudah sangat enak, jadi aman.
Perjalanan panjang itu pun berakhir di gua walet, tempat perkemahan kita berikutnya. Tepat sebelum magrib kita sdh sampaimd gua walet, rencananya kita ingin melihat sunset di puncak, tapi cuaca tidak mendukung ya tidak masalah lah :).
Saat itu d lokasi sudah banyak yg mendirikan tenda. yang kit pun bergegas. Tenda pun kami dirikan, air pun mulai di panaskan. Yup istirahat enak dan nyaman. Posisi yang sangat pas kita dapatkan, tepat d mulut gua walet, karna satu tenda tidak kondusif, terpaksa ada yang d luar tenda mendirikan bifak. Sampai sekitar jam 10 malam kita siap untuk tidur mempersiapkan summit attack bada subuh nanti.
Cuaca malam yang dingin menusuk, sambil menanti fajar menjelang. Waktu subuhpun datang, kami putuskan langsung berangkat ke puncak yg jaraknya hanya sekitar 30 menit perjalanan. Yup, kami shalat subuh tepat d puncak gunung ciremai, puncak tertinggi jawa barat.
Rombongan kami adalah yg pertama sampai puncak, menikmati detik detik sunrise penuh rasa penasaran. Ya... Nikmat tuhanmu yang manalagikah yang kamu dustakan, ya keagungan Allah pun terlihat di sini, jelas.
penampakan sunrise di puncak ciremai
Hanya sekitar dua jam kami di puncak, setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan kami putuskan kembali ke tenda untuk sarapan. :).
Kami kembali ke pos Goa Walet, istirahat dan memasak sambil leyeh-leyeh, dan packing persiapan turun gunung. tepat jam 12 siang, kita meluncur kebawah untuk turun.
perjalanan baru pun dimulai, kami mengambil jalur yang berbeda dari jalur naik, jalur naik kita melewati jalur Palutungan, sedangkan turun kami mengambil jalur Maja-Apuy. dan ternyata memang sangat panjang jalurnya. jalan,istirahat, jalan istrirahat, ngesot banget kita. sampai menjelang malam kita masih sangat jauh sekali dari pos 1.
benar, akhirnya kita kemalaman, tgl 31 desember 2012, melam tahun baru itu kita masih ditengah hutan, kondisi perut yang lapar, karena salah perhitungan, logistik makanan di habiskan ketika mau turun (makusdnya supaya ga berat), ditambah lebih parah lagi senter yang kita miliki sangat terbatas, dan batre cadangan pun terbatas. baiklah, turun malam-malam dengan kondisi yang cukup gelap karna senter yang terbatas. jam 10 malam pun terlewat dan kami masih terus berjalan. sudah hampir 10 jam kita berjalan, tapi masih saja belum sampai... dengan semangat nasi padang dan mie ayam kita terus menyemangati diri untuk terus berjalan semoga bisa segera sampai pos 1.
beruntung hari itu adalah hari yang sangat ramai pendakian, sekitar 2000 pendaki (menurut ranger) ada di gunung ciremai untuk menghabiskan malam tahun baru mereka. pos 2 pun terlihat, dan terdapat api dari campfire yang didirikan, wah.. alhmdulillah...
pos 2 pun sampai, saat itu sekitar jam 11 lebih, tanpa basa-basi dan malu-malu, kami minta makan karna lapar yang sangat lapar (apacoba), sekotak Ayam goreng dan segulung nasi langsung kita sambar, tentu dengan air hangat menjadi hal yang sangat mantap saat itu. duduk-duduk disekitar perapian untuk menghangatkan badan. buka satu tenda untuk para cewe biar bisa tidur segera, yang cowo di shelter pos 2 saja duduk-duduk dekat api dan tertidur... malam pergantian tahun baru kami lewatkan dengan kecapaean yang luar biasa,
pagi hari pun datang, selepas solat, kita bertekad untuk melanjutkan perjalanan, jalan masih panjang ternyata untuk mencapai pos 1 jalur apuy, tapi kami disajikan pemandangan yang luar biasa. hari itu matahari sangat cerah, tidak biasanya pada musim hujan ada matahari seperti itu. pemandangan gunung-gunung yang luar biasa terlihat sepanjang jalur apuy ini, dan akhirnya sampai pos 1 dan kami menemukan Air pancuran, wah.. serasa sudah lama sekali tidak menemukan air. hahaa. bersih-bersih lah kita disitu selama beberapa waktu.
jalur turunnya panjang sekali, duh, beruntung ada mobil colt bak yang sedang bawa hasil panen turun, kita nebeng deh dikira gratis, waktu turun ternyata bayar, pfftt.. gharar ya. alhasil sampailah kita di terminal maja, diantar sopir tadi. dan nemu deh Mie Ayam, hajaarrrrrr...
sekitar jam 2-an, kita tidak mendapatkan elf yang ke bandung, tarifnya juga di mahalkan beuh,,, tiba-tiba keberuntungan datang, ada angkot Dago,bandung yang melewat di terminal, dicegatlah sama abang-abang di terminal, langsung bla,bla,bla, deal diantar sampai dipatiukur, beuh.. sekali naik ongkos murah sampai tujuan, beruntung, alhamdulillah. :D
demikian lah kisah perjalanan pendakian gunung ciremai, puncak tertinggi jawa barat pun dapat kami singgahi dengan berbagai fenomenanya. pasti akan sangat rindu sekali naik gunung ini lagi. :)
salam lestari.
Minggu, 27 Januari 2013
Hasil Membaca The Chiness Art of Excellence
Sedikit berbagi tentang sebuah buku yang sudah lama saya baca, buku ini tersusun rapih di rak buku. Judul buku ini adalah the chiness art of excellenc. Sebuah buku lama, namun memberikan sebuah inspirasi bagi diri saya pribadi. Buku ini disajikan dalam bentuk gambar komik yang cukup lucu dan menarik, memberikan ilustrasi sederhana tetang poin –poin yang akan disampaikan.
“kita pasti akan sepakat mengakui bahwa TERBAIK merefleksikan KESEMPURNAAN dengan lebih akurat. KESEMPURNAAN menuntut semua upaya yang MAMPU kita lakukan dalam mencapai HASIL TERBAIK yang dapat diraih”
Dalam mencapai kesempurnaan, secara sederhana buku ini meringkas dalam sebuah kata P-R-I-M-E WAY, penasaran? Mari kita bahas.
Pembahasan dalam buku ini diawali dengan satu konsep, yaitu PAY THE PRICE FOR EXCELLENCE. Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kesempurnaan, ketika kita menginginkan kesempurnaan itu, maka bayarlah. Kualitas yang diharapkan adalah kualitas yang terbaik, seperti pepatah “no pain no gain”, maka kualitas ini tidak akan diperoleh tanpa adanya sebuah pengorbanan. Dan kesempurnaan ini tidaklah murah, jadi yang paling pertama mau kah anda membayar harga tersebut?
Jika seorang pemuda yang ingin menjadi seorang dokter, dia mengetahui bahwa besar sekali biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi seorang dokter. Bagi seorang yang memiliki cita-cita dan menjadi dokter adalah sebuah kesempurnaan, maka harga tersebut tidak akan menjadi masalah. Jika anda seorang manager perusahaan, menginginkan karyawan yang bekerja semakin baik demi tercapainya kualitas yang sempurna, anda akan bersedia mengeluarkan biaya untuk training karyawan tersebut.
Memang sulit jika kita selalu menghitung segala sesuatu secara materil, karna harga yang dimaksudkan disini bukanlah sebatas angka nominal, melainkan waktu, tenaga dan pikiran pun harus kita bayar. Dalam mencapai kesempurnaan ini kita harus bersabar, barangkali tidak secepat yang kita harapkan untuk tercapainya satu kesempurnaan. Tenaga dan pikiran yang harus dicurahkan pun tidak akan sedikit. Jadi untuk sebuah kesempurnaan ini anda harus bersedia untuk membayar harganya, dengan harta tenaga dan pikiran anda.
Konsep kedua adalah REMEMBER THE REWARD. Sebuah harapan ketika selesai melakukan aktifitas adalah kunci kedua. Pencapaian atas sebuah prestasi adalah hal yang sangat luar biasa, ketika kepuasan diri dalam mengerjakan pekerjaan dapat terpenuhi dan menjadi sebuah motivasi besar dalam bekerjanya.
Dalam bekerja kita haruslah memiliki sebuah keinginan untuk apa kita bekerja. banyak orang bekerja untuk mendapatkan penghasilan untuk kehidupannya. ada orang yang bekerja untuk memenuhi keinginannya saja. Ada juga orang yang bekerja untuk tercapainya idialisme yang diyakini.
Begitulah, setiap pekerjaan selalu ada return yang diharapkan. Jika anda bekerja namun tidak memiliki sebuah return maka patut dipertanyakan, apakah anda manusia atau zombie.
Maka tetapkanlah saat ini, untuk apa ada bekerja, apa yang ingin anda peroleh dari pekerjaan anda.
Poin ketiga adalah INFUSE YOURSELF WITH PASSION. Bangkitkan gairah dalam diri anda. Perlunya gairah dalam melakukan aktifitas akan memberikan sentuhan tersendiri terhadap kesempurnaan. Kita dapat melihat ketika jendral perang bersemangat dalam mengalahkan pasukan musuh tentu tentara pun akan mimiliki semangat yang sama. Ketertarikan yang kuat dalam suaru pekerjaan akan menjamin daya tahan seseorang hingga hasil yang sempurna diraih. Jika ketertarikan dan antusiasme berkurang sedikit demi sedikit, seringkali pekerjaan akan segera diabaikan.
Motivasi pribadi adalah hal yang paling penting, dalam keadaan keadaan sekaratpun manusia yang memiliki keinginan bertahan hidup pasti akan bisa bertahan dibanding dengan orang yang sudah tidak punya harapan hidup. Motivasi ini lah yang akan menetukan satu dengan yang lainnya berbeda. Passion yang akan mementukan kualitas dari pekerjaan.
“cintailah apa yang kamu kerjakan, bukan kerjakan apa yang kamu cintai” (anonym)
Point keempat adalah MIND YOUR ENERGY RESERVES. Cadangkan energy anda, penulis menceritakan adanya seorang raja yang memiliki kuda yang sangat kuat. Kuda tersebut memberikan atraksi dengan kecepatan larinya, setelah beberapa waktu yang cukup lama ajudan pun memberikan masukan kepada raja bahwa kuda itu tak akan sanggup untuk berlari terus, namun raja tidak mendengarkan malah terus meminta melakukan beberapa putaran lagi, yang akhirnya sampailah kuda tersebut jatuh tersungkur pingsan karna kelelahan. Sebuah nilai yang yang disampaikan adalah manusia memiliki keterbatasan kekuatan, kesempurnaan seringkali membutuhkan waktu yang lama untuk diselesaikan. Penting diketahui keterbatasan kekuatan seseorang sehingga dapat mencapai hasil yang konsisten.
Perlu kita sadari bahwa diri kita berbeda dengan sebuah robot yang dapat bekerja dengan terus menerus secara konsisten. Diri kita memiliki rasa kelelahan yang akan berdampak pada kualitas pencapaian yang kita kejar. Kesempurnaan tidak akan diperoleh ketika diri kita mendzalimi diri, yang ada malah pencapaian akan semakin turun, kualitas akan semakin buruk karna adanya batasan kekuatan itu.
“berhenti sejenak untuk kembali berlari bukanlah suatu kehinaan” (anonym)
Point terakhir untuk sesi pertama ini adalah ENGENDER AN ENVIRONMNENT OF EXCELLANCE. Ciptakan lingkungan yang sempurna. Terceritakan ada tujuhorang siswa berbakat yang direkomendasikan kepada sang raja. Namun raja tidak mempercayai begitu saja, raja menyela, tidak mungkin ada secara bersamaan tujuh orang yang berbakat.
Sebenarnya tidak demikian, seekor singa yang buas akan menghasilkan jejak yang sama, seekor burung yang sama akan mengepakan sayap bersama, apabila kita mencari garam di gunung maka akan sulit mendapatkannya, namun jika kita ke laut tentu akan sangat berlimpah. Begitupun manusia, manusia baik akan bersama dengan orang yang baik pula. Mereka akan memiliki ketertarikan untuk mengerjakan pekerjaan yang sama dengan kaliber yang sama. Untuk menciptakan lingkungan yang sempurna penting untuk membuat mereka berkumpul bersama sebagai permulaan penyebaran hal ini.
Berbeda dengan magnet yang dimana kutub positif akan menarik kutub negatif, manusia akan menarik orang yang memiliki sifat sejenis. Manusia yang baik akan berkumpul dengan orang yang baik pula, dan manusia yang buruk akan berkumpul dengan orang yang buruk pula. Kesempurnaan akan diperoleh ketika kita dapat berkumpul dengan orang yang memiliki karekteristik yang baik.
“jika kamu ingin melihat kepribadian seseorang lihatlah dari temannya” (Hadist)
Penjabaran konsep ini cukup sederhana untuk dicerna, ilustrasi yang disampaikan dalam tulisan ini diharapkan akan memudahkan dalam penerimaan pemahaman.
“Berlarilah di belakan kesempurnaan, niscaya kesuksesan akan dibelakangmu”
(pungsu wang du, three idiot)
Jumat, 18 Januari 2013
Asuransi syariah apa dan untuk siapa?
Halo sobat-sobat sekalian,
posting kali ini akan saya bahas tentang resiko, Asuransi Syariah, dari seluk beluknya, apa sih yang special dari asuransi syariah, dan siapa sih yang seharusnya
berasuransi. Yuk di simak.
Resiko dan asuransi
Ingat salah satu rukun iman
adalah iman kepada hal yang ghaib? Yup, banyak sekali hal ghaib yang sebenarnya
menjadi bagian di kehidupan kita, salah satunya adalah masa depan. Masa depan
tidak pernah kita ketahui dengan pasti, yang pasti itu hanya kematian saja,
itupun tidak tahu kapan waktunya. Masa depan yang tidak pasti ini menjadi hal
yang sangat menarik loh jika kita tafakuri, dapat dibayangkan jika kita
mengetahui kapan kita akan meninggal, atau dalam kondisi apa kita meninggal, mungkin
akan banyak kegiatan yang akan kita hindari untuk menghindari kematian itu ya.
Nah balik ke topik, ketidakpastian itu bisa kita katakan sebagai resiko ya, ketika berbisnis ada resiko
rugi, ketika berkendaraan ada resiko kecelakaan, ketika sehat ada resiko sakit,
dan lain sebagainya. Resiko ini akan senantiasa ada dalam kehidupan kita, karna
adanya ketidak pastian itu. Apa sih yang sebenarnya bisa dilakukan manusia
terhadap resiko ini? di belahan bumi sana, ada orang-orang yang berusaha
mencari tahu kejadian masa depan dengan bertanya pada peramal atau dukun,
mereka ingin mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan agar dapat
mengambil tindakan saat ini. sebuah fitrah jika manusia punya ketakutan
terhadap resiko. Namun hal itu tidak lah di benarkan dalam syariat Islam karna
tergolong perbuatan yang musyrik.
So… apa yang bisa kita lakukan sih?
Resiko itu tidak dapat kita
hilangkan, namun dapat kita mitigasi atau
mengurangi resikonya. Sebagai contoh, agar tidak terjadi kecelakaan maka
menggunakan sepeda motornya dengan hati-hati dan mematuhi tata tertib. Resiko
terhadap sakit jantung maka mitigasinya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang
sehat dan rajin olah raga. Ya upaya yang dilakukan untuk mengurangi peluang
terjadinya resiko tersebut.
“Nah apa sih kaitannya resiko ini dengan asuransi?”
Asuransi adalah sebuah produk
keuangan yang berfungsi untuk mitigasi resiko, ketika terjadi kerugian maka
kerugiannya adalah minimal, ketika terjadi kecelakaan maka biayanya dapat di
minimalisir, ketika terjadi sakit jantung yang mendadak dengan asuransi biaya
berobat dapat di tanggulangi. Produk asuransi ini adalah bertujan untuk
melindungi diri kita dari berbagai resiko.
Terdapat dua istilah mitigasi
resiko yang dapat dilakukan dalam kegiatan asuransi ini, yaitu risk transfer
atau transfer resiko dan risk sharing atau membagi resiko. Untuk transfer
resiko maka segala bentuk kerugian akan langsung di serahkan kepada perusahaan
asuransi untuk menanggung bentuk kerugian, sedangkan sharing resiko adalah
membagi resiko yang ada dengan para pemegang polis akan kita bahas dalam kaitan
dengan asuransi syariah.
Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah
Nah sob, kita ini kan hidup di
era sekarang nih, dimana perekonomian Syariah lagi
boomingnya di indonesia. pertumbuhan asuransi syariah
pun sangat luar biasa cepatnya dalam dua dekade terakhir ini, pada tahun 2013
ini di prediksi pertumbuhan sebesar 30-40% .
apa sih asuransi syariah ??
nah ini mungkin yang perlu kita
pahami, beda dari asuransi syariah dan asuransi
konvensional. Kita bahas dari konsep resiko tadi ya, ketika di asuransi syariah, resiko yang ada pada para pemegang
polis itu di share kepada seluruh pemegang polis. Resiko dari satu pemegang
polis akan di tanggung oleh pemegang polis lainnya, ko bisa sih? Nah itu lah
yang menarik dalam asuransi syariah. Islam mengajarkan
dalam kehidupan bermuamalah untuk saling tolong menolong (tabarru), dengan tetangga, dengan rekan-rekan, dengan semua umat
muslim selama dalam kebaikan. Mengutip satu hadis yang menyatakan bahwa “belum sempurna iman seseorang sebelum
mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”. Ini lah yang
membedakan asuransi syariah, ada nilai islam
dalam kegiatan operasionalnya.
Para pemegang polis yang mau ikut
dalam asuransi syariah ini seolah berkata “ini
uang saya sebagai bentuk takziah kalo ada yang kena bencana diantara para
pemegang polis, saya rido uang ini dipake untuk membantu saudara saya. Dan ini
sebagian uang lagi untuk investasi yang saya titipkan di perusahaan asuransi silahkan
di kelola dengan cara yang halal” seolah-olah berkata seperti itu dalam satu
produk asuransi syariah.
Produk asuransi ini berakad tabarru sekaligus tijarah (investasi) dengan skema bagi hasil secara umumnya.
Misalkan perusahaan asuransi syariah alianz,
memiliki produk asuransi seperti : produk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi umum dan lain-lain.
Seperti yang sudah di ceritakan
sebelumnya, bahwa dalam pembayaran premi tersebut sudah masuk dalam dua hal
yaitu tabarru dan tijara, dua akad ini di bedakan dalam
pengelolaan dananya, ada yang masuk pool tabarru dan untuk investasi masuk
kepada pool tijarah. Jika kita mengalami musibah dan kita
merupakan pemegang polis asuransi salah satu dari produk diatas, maka kita
memiliki hak untuk claim atas asuransi tersebut selama musibah tersebut memang
wajar. Dana claim ini diambil dari pool tabaru yang memang di peruntukan untuk
claim pesertra asuransi.
Dalam asuransi
syariah ini uang premi yang dibayarkan dan merupakan porsi investasi
akan dikembalikan berserta bagi hasil dari hasil investasi yang dilakukan
perusahaan asuransi, tidak mengenal dana hangus untuk porsi investasi, berbeda
dengan asuransi konvensional ketika kita membayarkan premi setiap bulannya dan
tidak ada claim, maka uang premi tersebut akan hangus sebagai beban bagi kita.
Untuk siapa sih asuransi syariah ini?
Nah ini yang paling penting sob,
ketika kita telah memahami tentang resiko kehidupan, tentang apa sih asuransi syariah itu dan bagaimana mekanisme
didalamnya, maka yang jadi pertanyaan berikutnya adalah untuk siapa sih
asuransi ini? telah kita pahami bahwa konsep yang ada di asuransi syariah ini adalah konsep tabarru yaitu
tolong menolong, dan hal ini adalah hal yang sangat mulia yang diajarakan dalam
agama kita. maka Jawabannya sederhana sebetulnya, ketika kita ingin ada orang
yang menolong ketika kita mendapat musibah, maka awalilah dengan membiasakan
menolong orang. Dapat dibayangkan jika sesama muslim telah saling ridha dalam
tolong menolong dengan konsep asuransi beserta dengan skema investasi bagi
hasil, maka kehidupan akan lebih mudah ketika ada musibah yang menimpa, Akan ada banyak uluran tanggan yang datang
dalam membantu serta dapat pula menjadi alternatif investasi untuk persiapan
kehidupan mendatang.
Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong –menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah
kamu kepada Allah, sesuangguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Qs. Al-maidah :
2)
Kamis, 10 November 2011
perbuatan dan harapan
Kita pernah berbuat sesuatu pekerjaan dalam rangka untuk memenuhi tujuan kita, seprti belajar, bekerja, berlibur, dan sebagainya.
Dalam perbuatan yang kita lakukan itu ternyata orang lainpun sama melakukannya, saya ambil contoh, ada dua orang yang sama berkuliah. Dalam kegiatan yang dilakukannya sama, mereka duduk di kelas mendengar kan dosen, mengerjakan tugas membuat makalah, mengikuti praktikum, ikut ujian, skripsi dan lulus.
Dapat dilihat bahwa perbuatan mereka sama, namun bagaimana dengan tujuan mereka berkuliah?
Tentunya tujuan dari mereka berbeda, mungkin orang pertama hanya ingin memenuhi tuntutan keluarga yang semua keluarganya adalah sarjana, dan yang lainnya ingin menjadi seorang dosen dalam bidang yang diminatinya.
Sehingga apa kesimpulannya? Benar, kesimpulannya adalah bahwa pada saat kita melakukan pekerjaan yang sama, ternyata harapannya dapat berbeda, kemuliaan seseorang ditentukan oleh pengharapan dari pekerjaan yang di lakukannya apakah ia beharap kepada sesuatu yang kecil atau sebaliknya.
Orang yang berbuat pekerjaannya benar adalah orang yang memiliki pengharapan atau tujuan dari perbuatan yang dilakukannya benar.
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. An-nisa :104)
Sebuah ayat al-quran yang jelas menggambarkan bahwa perbuatan kita bisa sama, namun apakah kita mengharapkan “sesuatu” dari yang kita kerjakan?
Dalam perbuatan yang kita lakukan itu ternyata orang lainpun sama melakukannya, saya ambil contoh, ada dua orang yang sama berkuliah. Dalam kegiatan yang dilakukannya sama, mereka duduk di kelas mendengar kan dosen, mengerjakan tugas membuat makalah, mengikuti praktikum, ikut ujian, skripsi dan lulus.
Dapat dilihat bahwa perbuatan mereka sama, namun bagaimana dengan tujuan mereka berkuliah?
Tentunya tujuan dari mereka berbeda, mungkin orang pertama hanya ingin memenuhi tuntutan keluarga yang semua keluarganya adalah sarjana, dan yang lainnya ingin menjadi seorang dosen dalam bidang yang diminatinya.
Sehingga apa kesimpulannya? Benar, kesimpulannya adalah bahwa pada saat kita melakukan pekerjaan yang sama, ternyata harapannya dapat berbeda, kemuliaan seseorang ditentukan oleh pengharapan dari pekerjaan yang di lakukannya apakah ia beharap kepada sesuatu yang kecil atau sebaliknya.
Orang yang berbuat pekerjaannya benar adalah orang yang memiliki pengharapan atau tujuan dari perbuatan yang dilakukannya benar.
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. An-nisa :104)
Sebuah ayat al-quran yang jelas menggambarkan bahwa perbuatan kita bisa sama, namun apakah kita mengharapkan “sesuatu” dari yang kita kerjakan?
menutup aurat wanita, menundukan pandangan laki-laki.
Hamper setiap hari saya keluar rumah ke kampus , biasa dengan sepeda motor supraX yang belum lama ini selalu menemani perjalanan kemanapun yang menggantikan sepeda Everbest (goes mang..) berwarna merah yang selalu di pakai kemanapun sewaktu SMA dulu. Perjalanan keluar rumah kadang ditemani dengan sinar matahari pagi atau oleh udara dingin yang membuat menggigil di motor, kadang juga jadi basah kuyup kehujanan padahal sudah pakai yang namanya jas hujan, tapi tetap saja tembus (ada yang tau jas hujan yang tidak tembus???). Perjalanan dari rumah menuju kampus UNPAD Dipatiukur cukup lumayan sekitar 45 menit kalau tidak macet. kadang juga hanya 30 menit, serasa kerasukan valentino rossi aja gitu. Rumah saya yang terletak di Kabupaten Bandung Selatan yang dimana harus menyebrang ke arah Bandung Utara. Dan selama beberapa waktu ini saya memperoleh suatu temuan dalam tiap perjalanan yang saya lalui.
Semakin hari semakin saya pahami bahwa jalanan bagi sebagian orang seperti Track moto GP, apalagi di jalan buahbatu yang pada pagi hari hanya satu arah saja atau jalan merdeka setelah BIP. Orang-orang tersebut selalu menggunakan motor dengan sedikit mendekatkan kepala kearah stang, knalpot berisik (mohon maaf tidak bermaksud menyindir) dan membawa seenak hati mereka sambil menggerung-gerungkan¬ motor mereka. Sedikit yang menarik dengan orang-orang ini adalah apabila ada orang yang sedikit memacu kendaraannya lebih cepat wuiss mereka langsung membalap seakan posisi nomor satu mereka telah direbut, mereka merasa bahwa dialah yang harus mencapai garis finish terlebih dahulu.
Ada sebagian orang lagi yang saya sering lihat di jalanan adalah orang yang senang melanggar aturan selama tidak ada yang liat (polisi). Mereka seakan anak-anak yang bermain di depan rumah saja, melakukan sesuatu yang melanggar namun orang tua tidak mengetahui sehingga tidak ada masalah, sewaktu orang tua mengetahui dan memberikan hukman barulah ia menangis. Kelompok orang ini akan menjalankan aturan hanya jika ada yang mengawasi, selama tidaka ada yang mengawasi maka mereka berbuat sesukanya saja dan parahnya lagi mereka tidak memperhatikan keselamatan orang lain. Banyak kejadian pelangaran yang saya lihat adalah perempatan Buahbatu - Soekarno Hatta, para pengendara motor bahkan sampai mengambil lajur yang berlawanan arah. Jika diperhatikan ternyata ada orang yang mengikuti langkah sesat mereka. setelah orang itu menyimpang, eh,, ada yang mengikuti (PEHATIAN : yang buruk jangan di tiru) orang yang salah tersebut, tidak habis piker bagai mana orang yang berbuat salah masih saja ada yang mengikuti, mungkin mereka berkata, “ga apa salah juga, asal ada temen salahnya” hehehe…
Ow.. Masih ada lagi ternyata, ada sekelompok orang yang tidak sabaran, mereka membunyikan klakson dimana saat lampu merah menyala (orang yang aneh..), selalu sulap-selip di antra celah mobil dan motor (orang yang opportunis selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.. hehe), dan yang pasti mereka tidak mau antre. Pernah suatu kejadian sewaktu mau wudhu di mesjid kampus, orang-orang sedang asik menunggu antrean dan saya adalah orang giliran berikutnya, tiba-tiba datang seseorang dengan lempeng melalui antrean dan mengambil “posisi panas” yang sedang ditunggu orang-orang (ckckckck… ternyata tidak di jalanan semua ya…). Suatu poin penting dalam hal ini adalah apakah kesabaran dan rasa saling menghormati sudah tidak adalagi? (terlepas dari yang dalam kondisi darurat mereka berbuat seperti itu, hanya Allah yang tau) padahal jalan raya adalah barang umum (public goods sebutan Mr.samuelson). hmm..hmm… (kata orang yang berinisial FA, ^_^)
Ada pula pengguna jalan yang dimana sangat sering kita lihat di kota bandung ini, yang tiap jalan besar pasti dapat kita lihat, benar, yaitu Angkot (mohon maaf, tidak bermaksud menggeneralisir hanya oknum saja yang melakukan). Sebuah pernyataan yang pantas untuk mereka adalah “hanya Allah dan si sopirlah yang tau”. Mereka tidak akan dapat tertebak bagai mana cara mereka menjalankan mobil, kapan mereka berhenti, kapan mereka berbelok, kapan mereka menyalip, kapan mereka menambah kecepatan, sulit tertebak. Banyaknya ketidak disiplinan mereka tidak sedikit menyebabkan kemacetan di beberapa tempat, misalnya di perempatan jalan kopo dan SoekarnoHatta.
Keberadaan Trotoar di samping jalan tentunya sudah kita ketahui sejak duduk di bagku SD, bahwa trotoar di peruntukan bagi pejalan kaki,dan ternyata saat ini dipergunakan juga untuk sepeda motor (membuat aturan sendiri, Luar biasa). Walau pun saya sama-sama pengguna motor, tetapi dengan melihat hal seperti itu tetap saja tidak senang, sarukseuk.
Satu hal lagi yang paling penting terjadi di jalanan, yaitu para peminta-minta, pengamen, dan sebagainya. Benarlah bahwa kita di ajarkan oleh Islam untuk saling tolong menolong, namun ada sebuah papan himbauan di jalan dipatiukur yang mengatakan kurang lebih “jika anda memberi mereka, maka mereka akan tambah sengsara” (mohon maaf bila ada kesalahan redaksi, tapi kurang lebih seperti itu) sangat bertentangan sekali dengan ajaran islam. Hal ini menjadi dilemma, member mereka maka mereka semakin tidak mau berusaha, tidak memberi pun kasihan dengan keadaan mereka… (@_@ huff)
Benarlah bahwa kondisi yang demikian terjadi dalam kehidupan kita(?) sehari-hari, Keadaan ini akan semakin buruk jika kita sebagai orang berikutnya yang berbuat demikian.
Semakin hari semakin saya pahami bahwa jalanan bagi sebagian orang seperti Track moto GP, apalagi di jalan buahbatu yang pada pagi hari hanya satu arah saja atau jalan merdeka setelah BIP. Orang-orang tersebut selalu menggunakan motor dengan sedikit mendekatkan kepala kearah stang, knalpot berisik (mohon maaf tidak bermaksud menyindir) dan membawa seenak hati mereka sambil menggerung-gerungkan¬ motor mereka. Sedikit yang menarik dengan orang-orang ini adalah apabila ada orang yang sedikit memacu kendaraannya lebih cepat wuiss mereka langsung membalap seakan posisi nomor satu mereka telah direbut, mereka merasa bahwa dialah yang harus mencapai garis finish terlebih dahulu.
Ada sebagian orang lagi yang saya sering lihat di jalanan adalah orang yang senang melanggar aturan selama tidak ada yang liat (polisi). Mereka seakan anak-anak yang bermain di depan rumah saja, melakukan sesuatu yang melanggar namun orang tua tidak mengetahui sehingga tidak ada masalah, sewaktu orang tua mengetahui dan memberikan hukman barulah ia menangis. Kelompok orang ini akan menjalankan aturan hanya jika ada yang mengawasi, selama tidaka ada yang mengawasi maka mereka berbuat sesukanya saja dan parahnya lagi mereka tidak memperhatikan keselamatan orang lain. Banyak kejadian pelangaran yang saya lihat adalah perempatan Buahbatu - Soekarno Hatta, para pengendara motor bahkan sampai mengambil lajur yang berlawanan arah. Jika diperhatikan ternyata ada orang yang mengikuti langkah sesat mereka. setelah orang itu menyimpang, eh,, ada yang mengikuti (PEHATIAN : yang buruk jangan di tiru) orang yang salah tersebut, tidak habis piker bagai mana orang yang berbuat salah masih saja ada yang mengikuti, mungkin mereka berkata, “ga apa salah juga, asal ada temen salahnya” hehehe…
Ow.. Masih ada lagi ternyata, ada sekelompok orang yang tidak sabaran, mereka membunyikan klakson dimana saat lampu merah menyala (orang yang aneh..), selalu sulap-selip di antra celah mobil dan motor (orang yang opportunis selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.. hehe), dan yang pasti mereka tidak mau antre. Pernah suatu kejadian sewaktu mau wudhu di mesjid kampus, orang-orang sedang asik menunggu antrean dan saya adalah orang giliran berikutnya, tiba-tiba datang seseorang dengan lempeng melalui antrean dan mengambil “posisi panas” yang sedang ditunggu orang-orang (ckckckck… ternyata tidak di jalanan semua ya…). Suatu poin penting dalam hal ini adalah apakah kesabaran dan rasa saling menghormati sudah tidak adalagi? (terlepas dari yang dalam kondisi darurat mereka berbuat seperti itu, hanya Allah yang tau) padahal jalan raya adalah barang umum (public goods sebutan Mr.samuelson). hmm..hmm… (kata orang yang berinisial FA, ^_^)
Ada pula pengguna jalan yang dimana sangat sering kita lihat di kota bandung ini, yang tiap jalan besar pasti dapat kita lihat, benar, yaitu Angkot (mohon maaf, tidak bermaksud menggeneralisir hanya oknum saja yang melakukan). Sebuah pernyataan yang pantas untuk mereka adalah “hanya Allah dan si sopirlah yang tau”. Mereka tidak akan dapat tertebak bagai mana cara mereka menjalankan mobil, kapan mereka berhenti, kapan mereka berbelok, kapan mereka menyalip, kapan mereka menambah kecepatan, sulit tertebak. Banyaknya ketidak disiplinan mereka tidak sedikit menyebabkan kemacetan di beberapa tempat, misalnya di perempatan jalan kopo dan SoekarnoHatta.
Keberadaan Trotoar di samping jalan tentunya sudah kita ketahui sejak duduk di bagku SD, bahwa trotoar di peruntukan bagi pejalan kaki,dan ternyata saat ini dipergunakan juga untuk sepeda motor (membuat aturan sendiri, Luar biasa). Walau pun saya sama-sama pengguna motor, tetapi dengan melihat hal seperti itu tetap saja tidak senang, sarukseuk.
Satu hal lagi yang paling penting terjadi di jalanan, yaitu para peminta-minta, pengamen, dan sebagainya. Benarlah bahwa kita di ajarkan oleh Islam untuk saling tolong menolong, namun ada sebuah papan himbauan di jalan dipatiukur yang mengatakan kurang lebih “jika anda memberi mereka, maka mereka akan tambah sengsara” (mohon maaf bila ada kesalahan redaksi, tapi kurang lebih seperti itu) sangat bertentangan sekali dengan ajaran islam. Hal ini menjadi dilemma, member mereka maka mereka semakin tidak mau berusaha, tidak memberi pun kasihan dengan keadaan mereka… (@_@ huff)
Benarlah bahwa kondisi yang demikian terjadi dalam kehidupan kita(?) sehari-hari, Keadaan ini akan semakin buruk jika kita sebagai orang berikutnya yang berbuat demikian.
renungan pengendara motor.
Hamper setiap hari saya keluar rumah ke kampus , biasa dengan sepeda motor supraX yang belum lama ini selalu menemani perjalanan kemanapun yang menggantikan sepeda Everbest (goes mang..) berwarna merah yang selalu di pakai kemanapun sewaktu SMA dulu. Perjalanan keluar rumah kadang ditemani dengan sinar matahari pagi atau oleh udara dingin yang membuat menggigil di motor, kadang juga jadi basah kuyup kehujanan padahal sudah pakai yang namanya jas hujan, tapi tetap saja tembus (ada yang tau jas hujan yang tidak tembus???). Perjalanan dari rumah menuju kampus UNPAD Dipatiukur cukup lumayan sekitar 45 menit kalau tidak macet. kadang juga hanya 30 menit, serasa kerasukan valentino rossi aja gitu. Rumah saya yang terletak di Kabupaten Bandung Selatan yang dimana harus menyebrang ke arah Bandung Utara. Dan selama beberapa waktu ini saya memperoleh suatu temuan dalam tiap perjalanan yang saya lalui.
Semakin hari semakin saya pahami bahwa jalanan bagi sebagian orang seperti Track moto GP, apalagi di jalan buahbatu yang pada pagi hari hanya satu arah saja atau jalan merdeka setelah BIP. Orang-orang tersebut selalu menggunakan motor dengan sedikit mendekatkan kepala kearah stang, knalpot berisik (mohon maaf tidak bermaksud menyindir) dan membawa seenak hati mereka sambil menggerung-gerungkan¬ motor mereka. Sedikit yang menarik dengan orang-orang ini adalah apabila ada orang yang sedikit memacu kendaraannya lebih cepat wuiss mereka langsung membalap seakan posisi nomor satu mereka telah direbut, mereka merasa bahwa dialah yang harus mencapai garis finish terlebih dahulu.
Ada sebagian orang lagi yang saya sering lihat di jalanan adalah orang yang senang melanggar aturan selama tidak ada yang liat (polisi). Mereka seakan anak-anak yang bermain di depan rumah saja, melakukan sesuatu yang melanggar namun orang tua tidak mengetahui sehingga tidak ada masalah, sewaktu orang tua mengetahui dan memberikan hukman barulah ia menangis. Kelompok orang ini akan menjalankan aturan hanya jika ada yang mengawasi, selama tidaka ada yang mengawasi maka mereka berbuat sesukanya saja dan parahnya lagi mereka tidak memperhatikan keselamatan orang lain. Banyak kejadian pelangaran yang saya lihat adalah perempatan Buahbatu - Soekarno Hatta, para pengendara motor bahkan sampai mengambil lajur yang berlawanan arah. Jika diperhatikan ternyata ada orang yang mengikuti langkah sesat mereka. setelah orang itu menyimpang, eh,, ada yang mengikuti (PEHATIAN : yang buruk jangan di tiru) orang yang salah tersebut, tidak habis piker bagai mana orang yang berbuat salah masih saja ada yang mengikuti, mungkin mereka berkata, “ga apa salah juga, asal ada temen salahnya” hehehe…
Ow.. Masih ada lagi ternyata, ada sekelompok orang yang tidak sabaran, mereka membunyikan klakson dimana saat lampu merah menyala (orang yang aneh..), selalu sulap-selip di antra celah mobil dan motor (orang yang opportunis selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.. hehe), dan yang pasti mereka tidak mau antre. Pernah suatu kejadian sewaktu mau wudhu di mesjid kampus, orang-orang sedang asik menunggu antrean dan saya adalah orang giliran berikutnya, tiba-tiba datang seseorang dengan lempeng melalui antrean dan mengambil “posisi panas” yang sedang ditunggu orang-orang (ckckckck… ternyata tidak di jalanan semua ya…). Suatu poin penting dalam hal ini adalah apakah kesabaran dan rasa saling menghormati sudah tidak adalagi? (terlepas dari yang dalam kondisi darurat mereka berbuat seperti itu, hanya Allah yang tau) padahal jalan raya adalah barang umum (public goods sebutan Mr.samuelson). hmm..hmm… (kata orang yang berinisial FA, ^_^)
Ada pula pengguna jalan yang dimana sangat sering kita lihat di kota bandung ini, yang tiap jalan besar pasti dapat kita lihat, benar, yaitu Angkot (mohon maaf, tidak bermaksud menggeneralisir hanya oknum saja yang melakukan). Sebuah pernyataan yang pantas untuk mereka adalah “hanya Allah dan si sopirlah yang tau”. Mereka tidak akan dapat tertebak bagai mana cara mereka menjalankan mobil, kapan mereka berhenti, kapan mereka berbelok, kapan mereka menyalip, kapan mereka menambah kecepatan, sulit tertebak. Banyaknya ketidak disiplinan mereka tidak sedikit menyebabkan kemacetan di beberapa tempat, misalnya di perempatan jalan kopo dan SoekarnoHatta.
Keberadaan Trotoar di samping jalan tentunya sudah kita ketahui sejak duduk di bagku SD, bahwa trotoar di peruntukan bagi pejalan kaki,dan ternyata saat ini dipergunakan juga untuk sepeda motor (membuat aturan sendiri, Luar biasa). Walau pun saya sama-sama pengguna motor, tetapi dengan melihat hal seperti itu tetap saja tidak senang, sarukseuk.
Satu hal lagi yang paling penting terjadi di jalanan, yaitu para peminta-minta, pengamen, dan sebagainya. Benarlah bahwa kita di ajarkan oleh Islam untuk saling tolong menolong, namun ada sebuah papan himbauan di jalan dipatiukur yang mengatakan kurang lebih “jika anda memberi mereka, maka mereka akan tambah sengsara” (mohon maaf bila ada kesalahan redaksi, tapi kurang lebih seperti itu) sangat bertentangan sekali dengan ajaran islam. Hal ini menjadi dilemma, member mereka maka mereka semakin tidak mau berusaha, tidak memberi pun kasihan dengan keadaan mereka… (@_@ huff)
Benarlah bahwa kondisi yang demikian terjadi dalam kehidupan kita(?) sehari-hari, Keadaan ini akan semakin buruk jika kita sebagai orang berikutnya yang berbuat demikian.
Semakin hari semakin saya pahami bahwa jalanan bagi sebagian orang seperti Track moto GP, apalagi di jalan buahbatu yang pada pagi hari hanya satu arah saja atau jalan merdeka setelah BIP. Orang-orang tersebut selalu menggunakan motor dengan sedikit mendekatkan kepala kearah stang, knalpot berisik (mohon maaf tidak bermaksud menyindir) dan membawa seenak hati mereka sambil menggerung-gerungkan¬ motor mereka. Sedikit yang menarik dengan orang-orang ini adalah apabila ada orang yang sedikit memacu kendaraannya lebih cepat wuiss mereka langsung membalap seakan posisi nomor satu mereka telah direbut, mereka merasa bahwa dialah yang harus mencapai garis finish terlebih dahulu.
Ada sebagian orang lagi yang saya sering lihat di jalanan adalah orang yang senang melanggar aturan selama tidak ada yang liat (polisi). Mereka seakan anak-anak yang bermain di depan rumah saja, melakukan sesuatu yang melanggar namun orang tua tidak mengetahui sehingga tidak ada masalah, sewaktu orang tua mengetahui dan memberikan hukman barulah ia menangis. Kelompok orang ini akan menjalankan aturan hanya jika ada yang mengawasi, selama tidaka ada yang mengawasi maka mereka berbuat sesukanya saja dan parahnya lagi mereka tidak memperhatikan keselamatan orang lain. Banyak kejadian pelangaran yang saya lihat adalah perempatan Buahbatu - Soekarno Hatta, para pengendara motor bahkan sampai mengambil lajur yang berlawanan arah. Jika diperhatikan ternyata ada orang yang mengikuti langkah sesat mereka. setelah orang itu menyimpang, eh,, ada yang mengikuti (PEHATIAN : yang buruk jangan di tiru) orang yang salah tersebut, tidak habis piker bagai mana orang yang berbuat salah masih saja ada yang mengikuti, mungkin mereka berkata, “ga apa salah juga, asal ada temen salahnya” hehehe…
Ow.. Masih ada lagi ternyata, ada sekelompok orang yang tidak sabaran, mereka membunyikan klakson dimana saat lampu merah menyala (orang yang aneh..), selalu sulap-selip di antra celah mobil dan motor (orang yang opportunis selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.. hehe), dan yang pasti mereka tidak mau antre. Pernah suatu kejadian sewaktu mau wudhu di mesjid kampus, orang-orang sedang asik menunggu antrean dan saya adalah orang giliran berikutnya, tiba-tiba datang seseorang dengan lempeng melalui antrean dan mengambil “posisi panas” yang sedang ditunggu orang-orang (ckckckck… ternyata tidak di jalanan semua ya…). Suatu poin penting dalam hal ini adalah apakah kesabaran dan rasa saling menghormati sudah tidak adalagi? (terlepas dari yang dalam kondisi darurat mereka berbuat seperti itu, hanya Allah yang tau) padahal jalan raya adalah barang umum (public goods sebutan Mr.samuelson). hmm..hmm… (kata orang yang berinisial FA, ^_^)
Ada pula pengguna jalan yang dimana sangat sering kita lihat di kota bandung ini, yang tiap jalan besar pasti dapat kita lihat, benar, yaitu Angkot (mohon maaf, tidak bermaksud menggeneralisir hanya oknum saja yang melakukan). Sebuah pernyataan yang pantas untuk mereka adalah “hanya Allah dan si sopirlah yang tau”. Mereka tidak akan dapat tertebak bagai mana cara mereka menjalankan mobil, kapan mereka berhenti, kapan mereka berbelok, kapan mereka menyalip, kapan mereka menambah kecepatan, sulit tertebak. Banyaknya ketidak disiplinan mereka tidak sedikit menyebabkan kemacetan di beberapa tempat, misalnya di perempatan jalan kopo dan SoekarnoHatta.
Keberadaan Trotoar di samping jalan tentunya sudah kita ketahui sejak duduk di bagku SD, bahwa trotoar di peruntukan bagi pejalan kaki,dan ternyata saat ini dipergunakan juga untuk sepeda motor (membuat aturan sendiri, Luar biasa). Walau pun saya sama-sama pengguna motor, tetapi dengan melihat hal seperti itu tetap saja tidak senang, sarukseuk.
Satu hal lagi yang paling penting terjadi di jalanan, yaitu para peminta-minta, pengamen, dan sebagainya. Benarlah bahwa kita di ajarkan oleh Islam untuk saling tolong menolong, namun ada sebuah papan himbauan di jalan dipatiukur yang mengatakan kurang lebih “jika anda memberi mereka, maka mereka akan tambah sengsara” (mohon maaf bila ada kesalahan redaksi, tapi kurang lebih seperti itu) sangat bertentangan sekali dengan ajaran islam. Hal ini menjadi dilemma, member mereka maka mereka semakin tidak mau berusaha, tidak memberi pun kasihan dengan keadaan mereka… (@_@ huff)
Benarlah bahwa kondisi yang demikian terjadi dalam kehidupan kita(?) sehari-hari, Keadaan ini akan semakin buruk jika kita sebagai orang berikutnya yang berbuat demikian.
Langganan:
Postingan (Atom)

